Mengungkap Asal Usul Bahasa Indo-Eropa: Temuan Baru dari Studi DNA Kuno
Richard Lawongan• Minggu, 9 Februari 2025 | 10:24 WIB
Foto Remontnoye (3766–3637 calBCE), dengan cincin candi spiral.
RADARPAPUA - Asal mula bahasa Indo-Eropa telah lama menjadi misteri bagi para sejarawan dan linguistik. Namun, penelitian terbaru yang dipimpin oleh Ron Pinhasi dari University of Vienna dan David Reich dari Harvard University memberikan wawasan baru. Dengan menganalisis DNA kuno dari 435 individu yang hidup antara 6400–2000 SM, mereka menemukan bahwa populasi baru yang disebut Caucasus-Lower Volga (CLV) memiliki hubungan erat dengan semua kelompok penutur bahasa Indo-Eropa.
Bahasa Indo-Eropa mencakup lebih dari 400 bahasa, termasuk Jermanik, Roman, Slavia, Indo-Iran, dan Keltik, yang digunakan hampir oleh setengah populasi dunia saat ini. Sebelumnya, migrasi budaya Yamnaya dari stepa Pontic-Kaspia sekitar 3100 SM diyakini sebagai vektor utama penyebaran bahasa ini. Namun, studi baru mengungkap bahwa 80% leluhur Yamnaya berasal dari populasi CLV, yang memainkan peran lebih besar dalam sejarah bahasa Indo-Eropa daripada yang diduga sebelumnya.
Satu cabang Indo-Eropa yang sebelumnya tidak menunjukkan jejak genetik Yamnaya adalah bahasa Anatolia, termasuk Het. Ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana cabang ini berkembang. Studi ini menunjukkan bahwa bahasa Anatolia kemungkinan berasal dari kelompok yang hidup antara 4500–3500 SM di stepa antara Pegunungan Kaukasus dan Sungai Volga bagian bawah—populasi CLV. Ini menjelaskan mengapa bahasa Anatolia mempertahankan unsur-unsur kuno yang hilang di cabang Indo-Eropa lainnya.
Dengan menemukan jejak DNA CLV di Anatolia sebelum dan selama era Het, penelitian ini menegaskan bahwa populasi ini adalah penghubung yang hilang dalam sejarah bahasa Indo-Eropa. Para peneliti juga menyimpulkan bahwa bahasa Proto-Indo-Anatolia mencapai puncak integrasi dalam komunitas CLV sekitar 4400–4000 SM, sebelum akhirnya menyebar ke berbagai wilayah di Eropa dan Asia.
Penemuan ini menjadi titik balik dalam pencarian asal-usul bahasa Indo-Eropa yang telah berlangsung selama 200 tahun. Dengan mengungkap peran kunci populasi CLV, penelitian ini tidak hanya menjawab pertanyaan lama tentang migrasi manusia tetapi juga memperjelas bagaimana bahasa-bahasa yang kita kenal saat ini mulai berkembang.(aj)