Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Makam Berusia 4.300 Tahun Ditemukan di Mesir dengan Lukisan Dinding Menakjubkan

Via Ponamon • Selasa, 11 Februari 2025 | 09:35 WIB

Lukisan dinding Mesir kuno yang memperlihatkan keledai tengah mengirik gandum di lantai. Lukisan dinding di makam tersebut memperlihatkan keledai yang sedang mengirik gandum di lantai (livescience.com
Lukisan dinding Mesir kuno yang memperlihatkan keledai tengah mengirik gandum di lantai. Lukisan dinding di makam tersebut memperlihatkan keledai yang sedang mengirik gandum di lantai (livescience.com

 

RADARPAPUA - Para arkeolog di Mesir berhasil menemukan sebuah makam kuno yang berusia sekitar 4.300 tahun.

Makam ini memiliki lukisan dinding luar biasa yang menggambarkan kehidupan sehari-hari di masa lalu. Terletak di Dahshur, sebuah situs bersejarah yang terkenal dengan piramida kerajaan dan area pemakaman luas, lokasi ini berjarak sekitar 33 kilometer di selatan Kairo.

Tim penggalian berencana untuk melanjutkan eksplorasi dengan menggali terowongan pemakaman guna mencari kemungkinan keberadaan sisa-sisa mumi.

Makam ini dibangun dari batu bata lumpur dan dikenal sebagai mastaba, yakni bangunan berbentuk persegi panjang dengan atap datar dan sisi miring.

Di dalamnya, tim menemukan berbagai lukisan dinding yang memperlihatkan kehidupan di Mesir kuno, seperti keledai yang mengirik gandum, kapal yang berlayar di sungai Nil, serta aktivitas perdagangan di pasar. "Prasasti hieroglif yang ditemukan di makam menyebutkan bahwa makam ini milik seorang pria bernama Seneb-Neb-Af dan istrinya, Idet," menurut pernyataan dari Kementerian Pariwisata dan Purbakala Mesir.

Hieroglif tersebut juga mencatat bahwa Idet adalah seorang pendeta wanita yang mengabdi kepada Hathor, dewi langit yang berkaitan dengan sensualitas, keibuan, dan musik.

Sementara itu, Seneb-Neb-Af diketahui memegang beberapa jabatan di istana kerajaan yang berhubungan dengan pengelolaan penyewa.

"Sulit untuk mengetahui secara pasti tugas apa yang dimiliki Seneb-Neb-Af," ujar Stephan Seidlmayer, arkeolog dari Institut Arkeologi Jerman yang memimpin penggalian di lokasi tersebut, kepada Live Science.

Ia menjelaskan bahwa kota terdekat berada di bawah kendali istana, dan kemungkinan besar Seneb-Neb-Af bertugas mengelola dana komunitas serta menentukan siapa yang diizinkan untuk tinggal di sana.

Berdasarkan analisis prasasti, desain mastaba, dan gaya tembikar yang ditemukan, makam ini diperkirakan berasal dari akhir dinasti kelima atau awal dinasti keenam, sekitar 4.300 tahun yang lalu. "Pada periode tersebut, piramida masih dibangun di Mesir, namun ukurannya lebih kecil dibandingkan piramida dari dinasti keempat di Giza," tambah Seidlmayer.

Eksplorasi makam ini belum sepenuhnya selesai, sehingga masih banyak potensi penemuan yang dapat terungkap. "Poros penguburan makam ini belum dapat digali, oleh karena itu belum ada sisa-sisa manusia yang ditemukan," kata Seidlmayer. "Kami berharap dapat menggali poros tersebut pada musim penggalian berikutnya — dan tentu saja, menemukan sisa-sisa manusia akan menjadi sesuatu yang sangat menarik."(RP)

 

Sumber : livescience.com

 

Editor : Via Ponamon
#Lukisan dinding bersejarah #makam kuno mesir #dinasti mesir kuno #Arkeologi Dahshur