RADARPAPUA - Cassius adalah buaya air asin terbesar di dunia yang hidup di penangkaran. Buaya ini sudah terkenal sejak tahun 2011, saat panjang tubuhnya diukur mencapai hampir 5,5 meter. Tapi, sejak saat itu, Cassius belum diukur lagi, jadi mungkin saja dia sekarang lebih panjang.
Cassius diperkirakan berumur 120 tahun dan tinggal di Marineland Crocodile Park, Australia. Toody Scott, penjaga Cassius, mengatakan mereka mungkin akan mengukur Cassius lagi di masa depan untuk mengetahui apakah ia masih tumbuh.
Buaya air asin seperti Cassius bisa tumbuh hingga 7 meter panjangnya. Ada buaya bernama Lolong di Filipina yang pernah memecahkan rekor Cassius dengan panjang lebih dari 6 meter pada tahun 2012. Namun, Lolong meninggal satu tahun kemudian, dan Cassius kembali menjadi buaya terbesar di penangkaran.
Meski begitu, Cassius mungkin tidak akan tumbuh sebanyak Lolong karena buaya yang sudah lebih dari 5 meter biasanya tumbuh sangat lambat, hanya sekitar 1 cm per tahun. Selain itu, Cassius kehilangan sebagian moncong dan ekornya akibat perkelahian dengan buaya lain di alam liar sebelum dia ditangkap tahun 1984. Jika bagian tubuh yang hilang itu dihitung, panjang Cassius bisa bertambah 15-25 cm lagi!
Berdasarkan perkiraan, Cassius lahir tahun 1903, jadi tahun ini ia berulang tahun yang ke-120. Penjaganya percaya Cassius masih bisa hidup lebih lama lagi.
"Setelah masuk Guinness World Records, Cassius menjadi sangat terkenal," kata Scott. (*)
Editor : Richard Lawongan