Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Patung Kayu Mwanangana Simbol Kekuasaan Chokwe dalam Perdagangan

Prisilia Rumengan • Kamis, 13 Februari 2025 | 19:57 WIB

Kepala Suku (Mwanangana) Memainkan Sanza (credit : www.metmuseum.org/Rogers Fund, 1988)
Kepala Suku (Mwanangana) Memainkan Sanza (credit : www.metmuseum.org/Rogers Fund, 1988)

RADARPAPUA - Patung kayu yang menggambarkan kepala suku Chokwe duduk sambil memainkan sanza bukan sekadar karya seni, tetapi juga simbol kekuasaan dan budaya masyarakat Chokwe di Angola.

Dibuat pada abad ke-19, patung ini mencerminkan prestise para kepala suku (Mwanangana) yang memiliki peran penting dalam perdagangan regional dan hubungan dengan dunia luar.

Suku Chokwe merupakan kelompok etnis yang tersebar di Angola dan Republik Demokratik Kongo.

Pada awal abad ke-19, mereka menjalin hubungan dagang dengan pedagang Eropa dan Dunia Baru, memperdagangkan gading, lilin, karet, dan bahkan manusia dalam sistem perdagangan transatlantik.

Kekayaan yang diperoleh dari perdagangan ini memungkinkan para kepala suku memesan karya seni berkualitas tinggi untuk menghiasi istana mereka.

Patung ini terbuat dari kayu uapaca dengan hiasan serat, kain, manik-manik, dan lapisan resin. Tingginya sekitar 42,5 cm dengan detail ukiran yang menggambarkan ekspresi penuh wibawa.

Kepala suku dalam patung ini memainkan sanza, alat musik tradisional yang sering dikaitkan dengan ritual dan perayaan di kalangan Chokwe.

Dikoleksi pertama kali oleh Gubernur Angola Portugis, Laksamana Muda Francisco Antonio Gonçalves Cardoso (1866-1869), patung ini berpindah tangan beberapa kali sebelum akhirnya masuk dalam koleksi museum-museum bergengsi, termasuk Museum Seni Metropolitan dan Museum Seni Nelson-Atkins.

Pameran seperti CHOKWE! Seni dan Inisiasi di Antara Chokwe dan Masyarakat Terkait turut memperkenalkan keindahan serta makna budaya dari karya ini ke dunia internasional.

Sebagai bagian dari warisan budaya Afrika, patung ini tidak hanya memperlihatkan keahlian seniman Chokwe tetapi juga menggambarkan dinamika sosial, ekonomi, dan politik yang membentuk sejarah suku tersebut.(*)

Editor : Prisilia Rumengan
#angola #kepala suku #simbol kekuasaan #Perdagangan #Kongo #Patung Kayu Mwanangana