RADARPAPUA - Enam puluh enam juta tahun lalu, asteroid besar memusnahkan dinosaurus, tetapi burung purba bertahan. Antartika mungkin menjadi tempat perlindungan, menyediakan lingkungan yang mendukung evolusi awal burung air.
Studi terbaru mengungkap fosil burung tertua, Vegavis iaai, berusia 69 juta tahun. Tengkorak hampir lengkapnya menunjukkan ciri khas burung modern, terutama kelompok yang mencakup bebek dan angsa.
Vegavis sebelumnya menimbulkan perdebatan di kalangan ilmuwan. Namun, tengkorak ini mengonfirmasi bahwa ia memang bagian dari burung mahkota, dengan bentuk otak dan paruh yang menyerupai burung air modern.
Fitur uniknya menunjukkan adaptasi untuk berburu ikan dengan cara menyelam, lebih mirip dengan grebes dan loons dibanding bebek saat ini. Ini mengungkap keberagaman ekologis burung awal yang tak terduga.
Antartika memainkan peran penting dalam evolusi burung modern. Saat burung lain di belahan dunia lain masih memiliki gigi dan ekor panjang, Vegavis sudah berevolusi lebih maju.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya ekspedisi ilmiah dalam memahami sejarah kehidupan. Penemuan ini memperkaya wawasan tentang bagaimana burung bertahan dan berkembang pasca-kepunahan dinosaurus.
Fosil Vegavis menunjukkan bahwa burung modern memiliki akar yang lebih dalam di era dinosaurus daripada yang selama ini diperkirakan. Evolusi mereka di Antartika mungkin menjadi kunci keberhasilan mereka saat ini.(aj)