Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Topeng Bata Kwele Simbol Kekuatan Leluhur dan Perlindungan

Prisilia Rumengan • Selasa, 18 Februari 2025 | 22:34 WIB

Masker Beete: Ram (Bata) (credit: www.metmuseum.org/The Michael C. Rockefeller Memorial Collection/Bequest of Nelson A. Rockefeller, 1979)
Masker Beete: Ram (Bata) (credit: www.metmuseum.org/The Michael C. Rockefeller Memorial Collection/Bequest of Nelson A. Rockefeller, 1979)

RADARPAPUA - Topeng bata, atau topeng domba jantan, merupakan warisan budaya masyarakat Kwele yang berasal dari wilayah Gabon dan Republik Kongo, khususnya di sekitar Ivindo dan Sungai Sangha.

Diciptakan pada abad ke-19 hingga ke-20, topeng ini mencerminkan seni ukir Kwele yang khas dengan bentuk sederhana namun penuh makna filosofis.

Topeng ini dibuat dari kayu dan dihiasi dengan pigmen serta kaolin, memberikan warna putih yang mencerminkan cahaya dan kejernihan.

Bentuknya unik dengan mata berbentuk almond yang dibelah, diletakkan dalam wajah berlian cekung yang dikelilingi oleh bingkai berbentuk hati.

Salah satu ciri khasnya adalah tanduk melengkung yang muncul dari mahkota kepala dan bertemu di pangkal dagu, menciptakan kesan penyatuan antara dunia spiritual dan dunia manusia.

Masyarakat Kwele mengenal topeng ini sebagai “ekuk” atau “benda-benda dari hutan”. Topeng ini berfungsi sebagai perantara antara dunia hutan dan desa, melambangkan keseimbangan dan perlindungan terhadap pengaruh jahat.

Meskipun dikenakan oleh manusia dalam ritual, “ekuk” digambarkan memiliki atribut fantastis seperti belalai, paruh, atau tanduk, yang dipercaya memberikan kekuatan untuk melawan sihir.

Dalam kepercayaan Kwele, ritual “beete” dilakukan saat desa menghadapi krisis seperti kelaparan, penyakit, atau perang.

Ritual ini bertujuan untuk membangkitkan kekuatan leluhur dalam melindungi masyarakat. Tengkorak anggota keluarga yang telah meninggal dipertahankan dan digunakan dalam upacara untuk menangkal kekuatan negatif.

Selama beberapa hari, ritual ini diiringi dengan tarian dan nyanyian menggunakan topeng “ekuk”, yang dipercaya memiliki kekuatan spiritual untuk mengaktifkan obat yang kemudian dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bentuk perlindungan.

Topeng bata tidak hanya mencerminkan keindahan artistik tetapi juga menyimpan nilai spiritual mendalam bagi masyarakat Kwele.

Keunikan bentuk dan filosofi yang terkandung di dalamnya menjadikan topeng ini sebagai salah satu warisan budaya yang tak ternilai dan terus dikagumi hingga saat ini.(*)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #perlindungan #misteri #mistis #Kekuatan #leluhur #topeng #sejarah