Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Arkeologi: Pot Berisi Koin Emas dari Zaman Yunani Kuno Ditemukan di Turki

Via Ponamon • Rabu, 19 Februari 2025 | 13:47 WIB

Darik Persia adalah koin emas yang dicetak oleh Kekaisaran Persia dan menampilkan gambar seorang pemanah yang sedang berjongkok. (livescience.com)
Darik Persia adalah koin emas yang dicetak oleh Kekaisaran Persia dan menampilkan gambar seorang pemanah yang sedang berjongkok. (livescience.com)

 

RADARPAPUA - Sebuah harta karun berupa koin emas Yunani kuno ditemukan di bawah sebuah rumah di Notion, kota Yunani kuno yang terletak di Turki bagian barat.

Para arkeolog meyakini bahwa koin-koin ini kemungkinan besar disembunyikan oleh tentara bayaran pada masa lalu.

Koin emas tersebut menampilkan sosok pemanah yang sedang berlutut, sebuah elemen desain yang lazim ditemukan pada daric Persia, mata uang emas Kekaisaran Persia.

Berdasarkan analisis, koin-koin ini kemungkinan besar dicetak di Sardis, sekitar 97 kilometer di timur laut Notion, menurut pernyataan dari Universitas Michigan.

Para peneliti menduga koin tersebut digunakan sebagai pembayaran bagi tentara bayaran, meskipun alasan mengapa harta karun itu dikubur tetap menjadi misteri.

"Penemuan temuan yang sangat berharga dalam penggalian arkeologi yang terkendali sangat jarang," ujar Christopher Ratté, profesor seni dan arkeologi Mediterania kuno di Universitas Michigan sekaligus direktur Notion Archaeological Survey.

"Tidak seorang pun pernah mengubur tumpukan koin, terutama koin logam mulia, tanpa bermaksud mengambilnya kembali.

Jadi, hanya kemalangan yang paling parah yang dapat menjelaskan pelestarian harta karun seperti itu."

Dari analisis gaya dan karakteristik koin, para arkeolog memperkirakan bahwa koin-koin tersebut dicetak sekitar abad kelima SM.

Penemuan ini menjadi acuan penting untuk menentukan rangkaian peristiwa yang menyebabkan penguburan harta karun tersebut.

"Timbunan ini akan memberikan tanggal pasti yang dapat berfungsi sebagai jangkar untuk membantu menentukan kronologi (seluruh rangkaian koin)," jelas Ratté. "Menurut sejarawan Yunani Xenophon, satu daric setara dengan gaji seorang prajurit selama satu bulan."

Selain koin, dalam beberapa tahun terakhir, lokasi tersebut juga telah mengungkap berbagai artefak lainnya, termasuk pecahan tembikar dari abad kelima SM.

Artefak ini ditemukan tersembunyi di dinding-dinding awal yang menjadi bagian dari fondasi rumah di periode Helenistik, berdasarkan laporan penelitian tersebut.

Periode Helenistik sendiri berlangsung setelah kematian Alexander Agung pada tahun 323 SM hingga penaklukan kerajaan Helenistik terakhir oleh Roma pada tahun 31 SM.

Pada abad keenam SM, Notion menjadi bagian dari Kekaisaran Persia bersama kota-kota Yunani lainnya.

Kota tersebut sempat terbebas dari kekuasaan Persia pada awal abad kelima SM, tetapi kembali dikuasai oleh Kekaisaran Persia pada abad keempat SM.

Pada tahun 430 hingga 427 SM, Notion sempat diduduki oleh kelompok simpatisan Persia serta tentara bayaran Yunani dan "barbar".

Saat itu, jenderal Athena, Paches, membunuh tentara bayaran pro-Persia, yang mengakibatkan para simpatisan Persia diusir dari kota ketika Athena mengambil alih kekuasaan, menurut pernyataan penelitian tersebut.

Ratté menduga bahwa peristiwa ini dapat menjadi penyebab penguburan dan hilangnya harta karun tersebut.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#Kekaisaran Persia #Koin emas Yunani kuno #Arkeologi Yunani kuno #Notion Turki