RADARPAPUA - Penelitian terbaru dari USC mengungkapkan bahwa permukaan inti dalam Bumi mungkin berubah. Studi ini mendeteksi perubahan struktural mendekati pusat planet. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Geoscience.
Para ilmuwan telah lama memperdebatkan perubahan inti dalam, tetapi fokusnya lebih ke rotasi. Penelitian ini justru menemukan bukti bahwa struktur inti dalam mengalami perubahan. Hal ini bisa berhubungan dengan perlambatan rotasi inti dalam.
Inti dalam, yang berada 3.000 mil di bawah permukaan, sebelumnya dianggap sebagai bola padat. Namun, analisis data seismik mengindikasikan adanya perubahan bentuk. Ini menunjukkan bahwa inti dalam lebih kompleks dari yang diperkirakan.
Studi ini menggunakan data gelombang seismik dari 121 gempa berulang sejak 1991 hingga 2024. Peneliti menemukan gelombang seismik dengan karakteristik unik. Awalnya membingungkan, tetapi setelah teknik resolusi ditingkatkan, pola tersebut menjadi jelas.
Hasilnya menunjukkan adanya deformasi pada inti dalam Bumi. Permukaan inti dalam tampaknya berubah bentuk secara perlahan. Pergeseran ini terjadi di perbatasan dangkal antara inti dalam dan luar.
Interaksi dengan inti luar cair yang turbulen diduga menjadi penyebab utama perubahan ini. Sebelumnya, turbulensi inti luar tidak diketahui berdampak langsung pada inti dalam dalam skala waktu manusia. Temuan ini membuktikan sebaliknya.
Penemuan ini membuka wawasan baru tentang dinamika inti Bumi yang sebelumnya tersembunyi. Ini juga dapat membantu memahami medan magnet dan panas Bumi dengan lebih baik.(aj)
Editor : Richard Lawongan