RADARPAPUA - Para arkeolog di Jerman menemukan pedang samurai Jepang berusia ratusan tahun di reruntuhan sebuah gudang bawah tanah yang hancur akibat Perang Dunia II.
Pedang pendek ini dikenal sebagai wakizashi dan berasal dari zaman Edo di Jepang (1603-1868). Namun, kemungkinan besar bilahnya sudah ada sejak abad ke-16. Para peneliti menemukan pedang ini saat menggali Molkenmarkt, alun-alun tertua di Berlin. Awalnya, mereka mengira itu adalah pedang parade militer, tetapi setelah diperiksa lebih lanjut, mereka menyadari bahwa itu adalah senjata dari Jepang.
Menurut para ahli, pedang ini mungkin dibawa ke Jerman pada tahun 1800-an sebagai bagian dari kunjungan diplomatik Jepang ke Eropa. Namun, bagaimana pedang itu bisa berakhir di gudang bawah tanah yang hancur akibat perang masih menjadi misteri.
Baca Juga: Pedang Langka Excalibur dari Valencia Berusia 1.000 Tahun, Ditemukan di Rumah Peninggalan Era Islam
Pedang ini mengalami kerusakan parah karena panas dan usia, tetapi beberapa bagian masih bisa dikenali. Gagang kayunya rusak, tetapi sisa-sisa kayu dan kain pembungkusnya masih ada. Pada bagian logam di pangkal gagang, terdapat ukiran gambar Daikoku, salah satu dewa keberuntungan Jepang. Ada juga motif bunga krisan dan garis air pada pelindung tangannya.
Hasil pemindaian sinar-X menunjukkan bahwa bilah pedang ini pernah dipotong lebih pendek dan gagangnya bukan yang asli. Hal ini menandakan bahwa pedang tersebut mungkin lebih tua dari zaman Edo, mungkin berasal dari tahun 1500-an.
Sejarawan menduga pedang ini bisa saja hadiah dari delegasi Jepang yang mengunjungi Eropa pada tahun 1862 atau 1873. Namun, bagaimana pedang ini akhirnya dibuang di Berlin saat Perang Dunia II masih menjadi tanda tanya besar. (*)
Editor : Richard Lawongan