RADARPAPUA - Penelitian terbaru mengungkap hubungan genetik antara bangsa Hun dan Xiongnu, kelompok nomaden Asia yang lenyap 300 tahun sebelumnya.
Analisis DNA 370 individu dari Asia Tengah hingga Eropa menunjukkan bahwa hanya sedikit orang Hun di Eropa yang memiliki garis keturunan Xiongnu.
Mereka ditemukan dalam "pemakaman tipe timur," yang menunjukkan warisan budaya stepa. Beberapa bahkan terkait dengan elite Xiongnu yang berkuasa di Mongolia.
Namun, penelitian juga menunjukkan bahwa mayoritas populasi Hun di Eropa memiliki latar belakang genetika yang beragam, bukan hasil migrasi besar-besaran dari Asia.
Dibandingkan dengan Avar, yang datang langsung dari Asia Timur, bangsa Hun melewati perjalanan panjang, bercampur dengan berbagai komunitas Eurasia sebelum tiba di Eropa.
Meskipun bangsa Hun mengubah lanskap politik, jejak genetik mereka di Eropa tetap terbatas, kecuali dalam pemakaman elit yang membawa ciri khas budaya stepa.
Studi ini membuktikan bahwa pendekatan genetika modern dapat mengungkap misteri sejarah kuno dan hubungan kompleks antara Timur dan Barat.(aj)
Editor : Richard Lawongan