RADARPAPUA - Para arkeolog menemukan ratusan koin emas dan perak di dekat reruntuhan sebuah sinagoga tua di Israel, dekat Laut Galilea.
Harta karun ini terdiri dari 364 koin dan ditemukan di situs arkeologi Huqoq. Para ahli memperkirakan koin-koin ini berasal dari abad ke-15.
Koin-koin tersebut ditemukan dalam dua kendi yang terkubur di bawah tembok sinagoga yang runtuh. Sebagian besar koin berasal dari Venesia (Italia) dan Kesultanan Mamluk, yang saat itu menguasai wilayah tersebut. Namun, belum diketahui siapa yang menyimpan koin ini dan untuk apa.
Koin Venesia tertua berasal dari masa pemerintahan Francesco Dandolo (1329-1339), sementara yang terbaru berasal dari masa Francesco Foscari (1423-1457). Banyak koin Venesia ini bergambar Santo Markus dan tulisan dalam bahasa Latin.
Pada zaman itu, koin Venesia banyak digunakan di wilayah Mediterania Timur. Bahkan, di akhir abad ke-14, koin emas Venesia menjadi satu-satunya mata uang Eropa yang diterima di Mesir dan Suriah, yang saat itu dikuasai oleh Kesultanan Mamluk.
Sebagian besar koin Mamluk dalam harta karun ini dicetak pada masa Sultan al-Ashraf Barsbay (1422-1438). Ada juga beberapa koin dari wilayah lain di Eropa Selatan, termasuk dari Sisilia dan Serbia.
Para ahli memperkirakan koin ini disimpan di sana antara tahun 1438 hingga 1457. Namun, siapa pemiliknya dan mengapa disimpan di sinagoga masih menjadi misteri. Ada kemungkinan koin ini adalah sumbangan untuk memperbaiki sinagoga, harta seorang pedagang yang ditinggalkan, atau milik peziarah yang datang ke makam Nabi Habakuk, yang letaknya tidak jauh dari Huqoq.
Bangunan sinagoga ini berhenti digunakan pada pertengahan abad ke-15 dan akhirnya runtuh.
Penemuan ini sebenarnya sudah terjadi pada musim panas tahun 2018, tetapi baru diumumkan belakangan karena dikhawatirkan akan ada penjarahan. (*)
Editor : Richard Lawongan