Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Mengungkap Drama Kerajaan Persia Melalui Ilustrasi Tuduhan Sudaba pada Siyavush

Prisilia Rumengan • Senin, 3 Maret 2025 | 08:25 WIB

“Tuduhan Kedua Sudaba Terhadap Siyavush Telah Diadili”, Folio 164v dari Shahnama (Kitab Raja-Raja) Shah Tahmasp (credit: www.metmuseum.org)
“Tuduhan Kedua Sudaba Terhadap Siyavush Telah Diadili”, Folio 164v dari Shahnama (Kitab Raja-Raja) Shah Tahmasp (credit: www.metmuseum.org)

RADARPAPUA - Tuduhan dramatis Sudaba terhadap Siyavush menjadi salah satu bagian paling menarik dalam kisah epik Shahnama (Kitab Raja-raja) karya Abu'l Qasim Firdausi.

Ilustrasi adegan ini, yang dibuat sekitar tahun 1525-1530 di Tabriz, Iran, adalah mahakarya seni Persia yang memukau. Lukisan ini dikaitkan dengan seniman Qasim ibn 'Ali dan kini menjadi bagian koleksi Museum Seni Metropolitan, New York.

Kisah ini berawal dari klaim Sudaba yang menuduh Siyavush telah memperkosanya. Tuduhan ini semakin rumit ketika Sudaba mengalami keguguran bayi kembar dan menyatakan bahwa tragedi itu terjadi karena kesedihannya atas tindakan Siyavush.

Kai Kavus, sang raja, kemudian memanggil para ahli astrologi untuk mencari kebenaran. Setelah melakukan berbagai pengamatan, para astrolog menyimpulkan bahwa bayi kembar tersebut bukanlah anak dari Kai Kavus maupun Sudaba.

Pernyataan ini membuat Sudaba semakin berang dan menuduh para peramal berbohong karena takut akan hukuman dari Siyavush dan Rustam.

Ilustrasi kisah ini dibuat dengan teknik cat air buram, tinta, perak, dan emas di atas kertas, menciptakan detail yang luar biasa dengan perpaduan warna yang kaya dan elegan.

Dimensi lukisan ini mencapai tinggi 28,2 cm dan lebar 18,3 cm, sedangkan halaman tempat lukisan ini berada berukuran 47,3 cm x 32,1 cm.

Karya ini menjadi salah satu bukti keunggulan seni manuskrip Persia di masa dinasti Shah Tahmasp.

Sebagai bagian dari koleksi istimewa Museum Seni Metropolitan, lukisan ini pernah dipamerkan di Galeri Pameran Khusus Hagop Kevorkian dalam acara "Membuat yang Tak Terlihat Menjadi Terlihat" pada 2 April hingga 4 Agustus 2013.

Karya ini semakin mempertegas reputasi Shahnama sebagai salah satu karya sastra dan seni visual paling berpengaruh dalam budaya Persia.(*)

Editor : Prisilia Rumengan
#lukisan #drama #tragedi #ilustrasi #tuduhan #astrologi