RADARPAPUA - Dua helai daun dari naskah Al-Qur'an kuno abad ke-10 yang dikaitkan dengan Iran menjadi bukti keindahan seni kaligrafi Islam.
Ditulis menggunakan aksara kufi dengan tinta coklat tua di atas perkamen, naskah ini menampilkan keahlian tingkat tinggi dalam penulisan dan hiasan.
Tanda vokal berwarna merah menambah kejelasan bacaan, sementara judul surah dihiasi emas dengan dua motif daun arabesque di pinggirnya, menunjukkan sentuhan estetika yang elegan.
Folio ini mencakup akhir Surat al-Ma'idah ("tentang Meja yang Dibentangkan") dan awal Surat al-An'am ("tentang Ternak"), dua bagian penting dalam Al-Qur'an.
Di sudut atas margin terdapat motif melingkar berlobang yang bertuliskan "seratus tujuh belas", merujuk pada jumlah ayat dalam halaman tersebut.
Perpaduan kaligrafi, warna, dan ornamen membuat naskah ini tak hanya bernilai spiritual, tetapi juga artistik.
Dengan dimensi tinggi 12,4 cm dan lebar 17,8 cm, folio ini termasuk dalam klasifikasi kodeks. Keberadaannya di dunia seni semakin diperkuat dengan jalur kredit sebagai hadiah dari Kirkor Minassian pada tahun 1926, menjadikannya bagian berharga dalam koleksi sejarah Islam.
Teks Al-Qur'an ini menjadi saksi bisu perkembangan budaya dan keindahan seni kaligrafi Islam. Setiap guratan tinta dan hiasan emas merepresentasikan penghormatan mendalam terhadap kitab suci. Tak heran, peninggalan ini menjadi perhatian para peneliti dan pecinta seni di seluruh dunia.(*)
Editor : Prisilia Rumengan