Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Batu Berukir 35.000 Tahun di Israel: Bukti Ritual Tertua yang Mengungkap Tradisi Manusia Zaman Purba

Richard Lawongan • Kamis, 6 Maret 2025 | 20:20 WIB

Lekukan-lekukan yang sengaja diukir pada batu granit lebih dari 35.000 tahun yang lalu telah disamakan dengan pola pada cangkang kura-kura.
Lekukan-lekukan yang sengaja diukir pada batu granit lebih dari 35.000 tahun yang lalu telah disamakan dengan pola pada cangkang kura-kura.

RADARPAPUA -
Para ilmuwan menemukan batu besar yang diukir lebih dari 35.000 tahun lalu di dalam sebuah gua di Israel. Batu ini mungkin merupakan bukti tertua adanya ritual di wilayah tersebut.

Batu ini memiliki ukiran yang mirip dengan pola cangkang kura-kura. Para peneliti belum tahu pasti apa artinya, tetapi mungkin simbol ini melambangkan persatuan dalam masyarakat zaman dahulu.

Batu ini ditemukan di Gua Manot, wilayah Galilea, Israel. Gua ini awalnya ditemukan oleh pekerja konstruksi pada tahun 2008. Para arkeolog yang menggali area dekat pintu masuk gua awalnya tidak menyadari keberadaan batu ritual ini karena letaknya jauh di dalam gua yang gelap. Batu ini baru ditemukan pada tahun 2013.

Batu tersebut terbuat dari granit, beratnya sekitar 28 kg, dan berukuran sekitar 30 cm. Letaknya tersembunyi di dinding bagian belakang gua. Di sekitarnya tidak ditemukan benda lain.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ukiran pada batu ini dibuat dengan sengaja menggunakan alat batu tajam. Analisis juga menunjukkan bahwa batu ini berasal dari periode Paleolitik Awal, sekitar 33.000 hingga 48.000 tahun lalu. Pada masa itu, manusia pemburu-pengumpul mulai mengembangkan teknologi alat batu baru.

Para peneliti juga menemukan sisa-sisa abu kayu di sekitar ruangan tempat batu itu berada. Ini menunjukkan bahwa tempat itu pernah diterangi api, mungkin saat ritual dilakukan. Selain itu, pengujian akustik mengungkapkan bahwa ruangan ini cocok untuk pertemuan kelompok, karena suara dapat terdengar dengan jelas.

Penelitian ini memberi petunjuk bahwa manusia zaman dulu sudah memiliki tradisi ritual untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi tantangan kehidupan. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Israel #ungkap #Bukti Ritual Tertua #penemuan #Tradisi Manusia #batu berukir #manusia zaman purba