RADARPAPUA - Di sepanjang Highway 3259 di Thailand, jalan transportasi utama bagi ribuan petani tebu, terdapat sosok unik yang menjadi perhatian para pengemudi truk.
Dijuluki “The Don” oleh penduduk setempat, sosok ini bukan manusia, melainkan seekor gajah cerdas yang dikenal sebagai "pemungut tol" tak resmi.
Dengan insting tajam dan kemampuan mencium kedatangan truk dari kejauhan, The Don dikenal sebagai negosiator ulung yang selalu mendapatkan bagiannya.
Setiap musim panen, truk-truk pengangkut tebu melintasi jalan ini untuk mengantarkan hasil panen ke kilang.
Di sinilah The Don beraksi. Dengan kepekaan luar biasa, ia bisa menilai truk mana yang membawa muatan terbesar, di mana dari 170 pon tebu mentah dapat dihasilkan sekitar 70 pon.
The Don kemudian menghadang truk tersebut dan meminta “upeti” berupa tebu, sebelum mengizinkan mereka melanjutkan perjalanan.
Namun, The Don tidak beraksi sendirian. Ia ditemani oleh beberapa gajah jantan muda yang menjadi muridnya.
Mereka mengamati teknik The Don dalam bernegosiasi dan belajar agar tidak terlalu serakah.
Dengan begitu, para pengemudi truk tetap bersedia memberikan sebagian muatan mereka, dan sebagai imbalannya, kawanan gajah ini tetap berada di luar ladang tebu, tidak merusak tanaman petani.
Keberadaan The Don dan kelompoknya menjadi bukti bagaimana gajah mampu beradaptasi di lanskap yang semakin didominasi manusia.
Dengan memahami perilaku manusia, mereka mampu bertahan hidup meski habitat alami mereka terus tergerus.
Meski begitu, masa depan jangka panjang kawanan ini tetap bergantung pada kemampuan manusia untuk melihat mereka sebagai individu dengan kecerdasan dan naluri yang luar biasa.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan