Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penyelam Temukan Kuburan Prasejarah Berisi Fosil Mamalia Purba

Via Ponamon • Senin, 10 Maret 2025 | 13:32 WIB

(Sumber gambar: Museum Florida/Kristen Grace)
(Sumber gambar: Museum Florida/Kristen Grace)

 

RADARPAPUA - Penyelam di Sungai Steinhatchee, Florida, berhasil menemukan ratusan fosil dari Zaman Es, termasuk fosil armadillo raksasa, kuda purba, dan kemungkinan spesies tapir yang belum dikenal.

Penemuan ini dilakukan oleh kolektor fosil yang mengungkap kuburan prasejarah yang terkubur di dasar sungai.

Lebih dari 500 fosil yang berasal dari sekitar 500.000 tahun lalu telah ditemukan di lokasi tersebut.

Koleksi fosil ini mencakup berbagai mamalia purba yang terpelihara dengan baik, seperti kuda, armadillo raksasa, kungkang, dan kemungkinan spesies tapir baru.

Para ilmuwan percaya bahwa sekitar setengah juta tahun yang lalu, sebelum sungai terbentuk, area ini merupakan lubang pembuangan alami yang menjebak hewan-hewan hingga akhirnya terkubur dalam sedimen.

Fosil-fosil ini tetap tersembunyi hingga tahun 2022, ketika dua kolektor fosil, Robert Sinibaldi dan Joseph Branin, secara tidak sengaja menemukannya saat menyelam di perairan keruh sungai.

Branin pertama kali melihat gigi kuda mencuat dari sedimen, yang kemudian mengarah pada penemuan kuku dan tengkorak tapir, menandakan adanya penemuan besar.

"Yang penting bukan hanya kuantitas, tapi kualitas," kata Sinibaldi dalam pernyataan dari Museum Sejarah Alam Florida pada 12 Februari.

"Kami tahu kami memiliki situs penting, tetapi kami tidak tahu seberapa penting."

Penemuan ini diakui memiliki nilai signifikan oleh Museum Florida, yang memperkirakan bahwa fosil-fosil tersebut berasal dari periode pertengahan Zaman Mamalia Darat Amerika Utara Irvington (1,6 juta–250.000 tahun lalu), suatu periode dengan catatan fosil yang sangat sedikit.

"Catatan fosil di mana-mana, tidak hanya di Florida, tidak memiliki interval tempat situs itu berada," kata Rachel Narducci, manajer koleksi paleontologi vertebrata di Museum Florida sekaligus rekan penulis studi yang diterbitkan pada 15 November di jurnal Fossil Studies.

Salah satu temuan penting dari lokasi ini adalah fosil dari genus Holmesina, yang merupakan armadillo raksasa yang telah punah.

Ilmuwan mengetahui bahwa spesies ini mengalami perubahan ukuran dari H. floridanus yang berbobot sekitar 150 pon menjadi H. septentrionalis yang mencapai 475 pon, tetapi bukti evolusinya masih terbatas.

"Pada dasarnya hewan itu sama saja, tetapi seiring waktu ukurannya membesar dan tulangnya berubah drastis sehingga para peneliti menerbitkannya sebagai spesies berbeda," kata Narducci.

Fosil dari Sungai Steinhatchee memberikan gambaran tentang proses perubahan tersebut.

Penelitian mengungkap bahwa beberapa tulang yang ditemukan sesuai dengan ukuran Holmesina yang lebih besar tetapi tetap mempertahankan ciri-ciri nenek moyang yang lebih kecil.

"Hal ini memberi kami lebih banyak petunjuk tentang fakta bahwa anatomi agak tertinggal di balik peningkatan ukuran," tambah Narducci. "Jadi mereka menjadi lebih besar sebelum bentuk tulang mereka berubah."

Salah satu penemuan paling menarik dari situs ini adalah tengkorak tapir purba. Namun, beberapa ciri unik yang terdapat pada tengkorak tersebut belum pernah ditemukan dalam catatan fosil sebelumnya.

Para peneliti pun mempertimbangkan kemungkinan bahwa spesimen ini merupakan spesies tapir yang belum diketahui.

Namun, Richard Hulbert, penulis utama studi ini, mengingatkan bahwa perlu lebih banyak data sebelum memastikan identitas spesies baru tersebut.

"Kita perlu lebih banyak kerangka untuk mengetahui dengan pasti apa yang terjadi pada tapir ini," ujarnya.

"Itu mungkin spesies baru. Atau bisa saja Anda hanya mengambil individu yang aneh dari populasi tersebut."

Dari 552 fosil yang ditemukan, sekitar 75 persen merupakan spesies awal kuda caballine, kelompok yang juga mencakup kuda domestik modern.

Keberadaan banyak fosil kuda di lokasi ini menunjukkan bahwa wilayah tersebut dulunya berupa padang rumput terbuka, bukan hutan lebat seperti yang ada di Big Bend saat ini.

Salah satu penemuan paling penting adalah fosil gigi kuda yang sangat terawat. "Untuk pertama kalinya, kami menemukan individu yang cukup lengkap untuk memperlihatkan gigi atas, gigi bawah, dan gigi seri depan dari individu yang sama," ujar Hulbert.

Dengan kondisi gigi yang masih menunjukkan tanda keausan, para ilmuwan berharap dapat memahami pola makan kuda tersebut dengan lebih rinci.(RP)

 

Sumber : livescience.com

 

Editor : Via Ponamon
#Evolusi Spesies #Fosil Zaman Es #Penyelaman Arkeologi #Sungai Steinhatchee #Mamalia Purba