Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

"Pangpond": Kerangka Anak Berusia 29.000 Tahun yang Mengungkap Sejarah Manusia Purba Thailand

Prisilia Rumengan • Selasa, 11 Maret 2025 | 16:57 WIB

Pemakaman Paleolitik, Gua Tham Din, Thailand
Pemakaman Paleolitik, Gua Tham Din, Thailand

RADARPAPUA - Tim arkeolog di Thailand menemukan kerangka seorang anak yang dijuluki "Pangpond" dalam penggalian di Gua Din. Penemuan ini mengejutkan dunia ilmiah karena diperkirakan berusia lebih dari 29.000 tahun, jauh lebih tua dari sisa manusia lain yang pernah ditemukan di Thailand.

Gua Din, yang berada 125 meter di atas permukaan laut, telah menarik perhatian sejak ditemukannya lukisan batu prasejarah pada 1996. Survei arkeologi menunjukkan adanya ruang-ruang berisi gambar manusia, hewan, dan pola abstrak, menandakan kehidupan budaya yang kaya di masa lalu.

Kerangka Pangpond ditemukan di Ruang 3 gua dalam posisi terlentang dengan kepala menghadap barat daya. Posisi kaki yang menyentuh serta batu-batu yang mengelilingi tubuhnya menunjukkan adanya ritual penguburan yang cermat, menandakan penghormatan tinggi terhadap individu ini.

Hasil analisis awal mengungkapkan bahwa Pangpond berusia antara 6 hingga 8 tahun saat meninggal. Tulangnya berwarna cokelat kemerahan dengan sisa abu, ditemukan di kedalaman dua meter di bawah lantai gua. Uji radiokarbon pada lapisan atas gua mengonfirmasi usia lapisan antara 11.000 hingga 29.000 tahun, mengindikasikan bahwa Pangpond berasal dari periode Pleistosen akhir.

Pada masa itu, permukaan laut lebih rendah, menciptakan daratan besar bernama Sundaland yang menghubungkan sebagian besar Asia Tenggara. Penemuan ini memberikan wawasan penting tentang cara manusia purba bertahan hidup dan beradaptasi di wilayah yang kini telah tenggelam.

Para peneliti percaya bahwa Gua Din menyimpan sejarah panjang peradaban manusia, dari masyarakat pemburu-pengumpul Pleistosen hingga komunitas pertanian di zaman Holosen. Bukti berupa gerabah dan alat batu yang ditemukan di lapisan atas menunjukkan evolusi sosial dan teknologi masyarakat purba di wilayah ini.

Penemuan Pangpond menambah babak baru dalam sejarah Thailand dan menegaskan pentingnya eksplorasi arkeologi di Asia Tenggara. Studi lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih banyak tentang kehidupan manusia purba dan jejak mereka dalam sejarah peradaban.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#penemuan #bersejarah #arkeologi #sejarah #Thailand #manusia purba