Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tragedi Titanic 1912 Kapal Mewah yang Tenggelam dalam Waktu Kurang dari Tiga Jam

Prisilia Rumengan • Kamis, 13 Maret 2025 | 21:47 WIB

Kapal Titanic (YouTube.com/National Geographic)
Kapal Titanic (YouTube.com/National Geographic)

RADARPAPUA - Titanic, kapal paling ikonik dalam sejarah, membutuhkan waktu tiga tahun untuk dibangun tetapi hanya kurang dari tiga jam untuk tenggelam.

Kapal mewah yang dianggap tak terkalahkan ini berlayar dari Southampton, Inggris, menuju New York City pada 10 April 1912.

Dengan berat mencapai 46.000 ton dan dibangun oleh 15.000 orang, Titanic menjadi simbol kemewahan dan keanggunan pada zamannya.

Ironisnya, meski dilengkapi fitur keselamatan terbaik saat itu, Titanic hanya menyediakan 20 sekoci cukup untuk mengangkut separuh dari total penumpang dan awak kapal.

Bruce Ismay, pemilik kapal, menolak menambah jumlah sekoci menjadi 64 karena khawatir akan mengganggu estetika kapal.

Rasa percaya diri yang berlebihan ini diperburuk dengan tidak adanya latihan keselamatan selama pelayaran.

Titanic juga dikenal karena fasilitas mewahnya, seperti tangga megah setinggi enam dek, kolam renang berpemanas, pusat kebugaran, restoran, dan toko tukang cukur.

Kapal ini dibangun dengan biaya 7,5 juta dolar saat itu—setara dengan lebih dari 400 juta dolar saat ini.

Tragedi terjadi pada 14 April 1912, ketika Titanic memasuki wilayah gunung es. Meski menerima enam peringatan, Kapten Edward John Smith tidak mengurangi kecepatan kapal.

Akibatnya, gunung es menciptakan luka sepanjang 300 kaki di lambung kapal. Namun, penyelidikan kemudian mengungkap bahwa kerusakan terjadi berupa lubang-lubang kecil di bawah permukaan air, yang menyebabkan kapal tenggelam dalam waktu lebih dari dua jam.

Bangai Titanic baru ditemukan pada tahun 1985 oleh Robert Ballard dan Jean-Louis Michel, terletak sekitar 400 mil di tenggara Newfoundland, di kedalaman lebih dari 12.000 kaki di Samudra Atlantik.

Artefak yang ditemukan, seperti buku catatan dengan tulisan yang masih terbaca, mengungkap sisi manusia dari tragedi ini. Lebih dari seabad kemudian, kisah Titanic tetap hidup, membuktikan bahwa legenda kapal ini memang tak bisa tenggelam.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#gunung es #penemuan bangkai kapal #kapal titanic #tragedi laut