RADARPAPUA - Setelah lebih dari 130 tahun menghilang, katak Alsodes vittatus akhirnya ditemukan kembali di wilayah La Araucanía, Chile.
Dideskripsikan pertama kali pada 1902, spesies ini tak pernah terlihat lagi meskipun telah banyak dicari.
Penemuan ini menjadi pencapaian besar bagi penelitian herpetologi di Amerika Selatan.
Tim dari Universitas Concepción, Chile, berhasil menemukan dua populasi katak ini.
Mereka menerbitkan hasilnya dalam jurnal ZooKeys, menandai kembalinya spesies yang dianggap hilang.
Keberhasilan ini tidak lepas dari upaya pencarian panjang yang dimulai sejak 1995.
Sebelumnya, ekspedisi menemukan katak mirip A. vittatus tanpa ciri khas garis putih atau kuning di punggungnya.
Ketidakjelasan lokasi asli penemuan pertama menjadi tantangan utama dalam pencarian ini.
Tim akhirnya merekonstruksi perjalanan naturalis Philibert Germain, yang pertama kali menemukan spesies ini pada 1893.
Pada 2023 dan 2024, tim peneliti mengikuti rute yang diduga ditempuh Germain.
Hasilnya, mereka menemukan A. vittatus di dua lokasi berbeda di cekungan sungai Lolco dan Portales.
Konfirmasi ini menandai momen penting dalam studi biodiversitas kawasan selatan benua Amerika.
Sebagian besar spesies dalam genus Alsodes terancam punah atau masih kurang diteliti.
Karena itu, memahami habitat dan perilaku A. vittatus adalah langkah awal dalam upaya perlindungan.
Peneliti menemukan bahwa spesies ini menghadapi ancaman serius di habitat aslinya.
Penemuan ini mengingatkan kita akan kurangnya pemahaman tentang amfibi di Amerika Selatan.
Para ilmuwan menyerukan penelitian lebih lanjut untuk melindungi spesies yang masih tersembunyi.
Jika tidak, kita bisa kehilangan makhluk luar biasa sebelum sempat mempelajarinya.(aj)