RADARPAPUA - Di Siberia, ada sebuah lubang raksasa yang terus membesar di tanah beku (permafrost). Lubang ini disebut Kawah Batagay dan juga dikenal sebagai "gerbang ke dunia bawah". Kawah ini terbentuk pada tahun 1970-an ketika sebuah bukit runtuh. Namun, para ilmuwan baru menyadarinya pada tahun 1991 melalui foto satelit.
Sekarang, Kawah Batagay adalah kawah tanah beku terbesar di dunia, dengan lebar sekitar 990 meter. Dinding kawahnya setinggi 55 meter.
Mengapa Kawah Ini Unik?
Saat bukit runtuh, lapisan tanah beku yang berusia 650.000 tahun terbuka. Ini adalah salah satu tanah beku tertua di dunia, hanya kalah tua dari tanah beku di Kanada yang berusia 740.000 tahun.
Ilmuwan menemukan bahwa setiap tahun kawah ini semakin membesar—bertambah luas sekitar 1 juta meter kubik. Selain itu, dinding kawah juga terus mundur sejauh 12 meter per tahun karena es di dalamnya mencair.
Mengapa Tanah Bisa Runtuh?
Tanah di daerah ini mengandung 80% es. Dulu, hutan di sekitar kawah banyak ditebang sejak tahun 1940-an. Akibatnya, tanah menjadi lebih mudah terkikis dan es di bawahnya mencair lebih cepat. Inilah yang menyebabkan bukit runtuh dan kawah terus membesar.
Manfaat untuk Ilmuwan
Kawah Batagay membantu ilmuwan mempelajari perubahan iklim masa lalu. Karena sangat sulit menemukan lapisan tanah beku setua ini, tempat ini menjadi laboratorium alami bagi para peneliti.
Selain itu, kawah ini juga menyimpan fosil hewan dan tumbuhan kuno. Pada tahun 2018, ilmuwan menemukan anak kuda berusia 42.000 tahun yang masih utuh di dalam kawah. Meskipun fosil lain mungkin tidak sebaik itu, mereka yakin masih bisa menemukan DNA dari makhluk purba di sana. (*)