RADARPAPUA - Di pemakaman Shengjindian, Turpan, China, ditemukan gigi berwarna merah pada wanita muda berusia 2.200 tahun.
Analisis ilmiah mengungkap bahwa pigmen tersebut adalah cinnabar, mineral langka yang digunakan dalam ritual kuno.
Ini adalah kasus pertama dalam sejarah arkeologi yang mencatat penggunaan cinnabar pada gigi manusia.
Cinnabar telah lama digunakan di berbagai peradaban dalam seni, pengobatan, dan kepercayaan spiritual.
Di China, mineral ini ditemukan dalam dekorasi makam, kosmetik, dan praktik dukun.
Namun, tidak pernah ada bukti sebelumnya bahwa cinnabar sengaja diaplikasikan pada gigi seseorang.
Makam tempat wanita ini ditemukan berisi barang-barang mewah, seperti perhiasan emas dan sepatu kulit.
Artefak lain di pemakaman Shengjindian menunjukkan hubungan perdagangan dengan wilayah Mediterania dan China Tengah.
Hal ini mengindikasikan bahwa penggunaan cinnabar mungkin terkait dengan kepercayaan atau status sosial tertentu.
Analisis spektroskopi memastikan cinnabar tidak berasal dari kontaminasi tanah melainkan sengaja diaplikasikan.
Para peneliti menemukan senyawa protein yang mungkin digunakan sebagai perekat untuk menempelkan pigmen pada gigi.
Hal ini menunjukkan kemungkinan praktik kosmetik, pengobatan, atau ritual keagamaan.
Yang menarik, tidak ada sumber cinnabar alami di Turpan, sehingga mineral ini harus diimpor dari wilayah lain.
Perdagangan melalui Jalur Sutra kemungkinan besar membawa cinnabar dari China tengah, Timur Tengah, atau Eropa.
Penemuan ini menyoroti betapa luasnya jaringan perdagangan pada zaman kuno.
Karena belum ada kasus serupa yang ditemukan, penelitian lebih lanjut masih diperlukan.
Analisis DNA mungkin bisa mengungkap asal-usul individu ini dan bagaimana ia bisa terhubung dengan budaya lain.
Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang ritual, estetika, dan interaksi budaya di masa lalu.(aj)