Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Fosil Raksasa: Makhluk Berbentuk Unik yang Hidup Sebelum Dinosaurus

Via Ponamon • Rabu, 19 Maret 2025 | 14:46 WIB

Fosil G. jennyae ditemukan tergeletak di singkapan Formasi Gai-As.  (Kredit gambar: Roger MH Smith)
Fosil G. jennyae ditemukan tergeletak di singkapan Formasi Gai-As. (Kredit gambar: Roger MH Smith)

 

RADARPAPUA - Para peneliti di Namibia telah menemukan fosil makhluk rawa raksasa yang telah punah, yang memiliki tengkorak berbentuk seperti dudukan toilet.

Makhluk ini, bernama Gaiasia jennyae, hidup sekitar 280 juta tahun yang lalu, atau sekitar 40 juta tahun sebelum dinosaurus pertama muncul di bumi.

Fosil tersebut menunjukkan bahwa G. jennyae memiliki tengkorak sepanjang lebih dari 0,6 meter, sementara tubuhnya diperkirakan mencapai 2,5 meter, menjadikannya salah satu makhluk terbesar dari jenisnya.

Studi yang mendeskripsikan makhluk ini dipublikasikan dalam jurnal Nature pada Rabu (3 Juli).

"Gaiasia jennyae jauh lebih besar dari manusia, dan kemungkinan besar berkeliaran di dekat dasar rawa dan danau," ujar Jason Pardo, salah satu penulis utama studi dari Field Museum di Chicago, dalam pernyataan terpisah.

Sebagai predator puncak di ekosistem rawa, G. jennyae memiliki rahang yang saling bertautan, memungkinkan teknik berburu yang unik.

"Ia memiliki kepala yang besar dan datar, berbentuk seperti dudukan toilet, yang memungkinkannya membuka mulut dan menghisap mangsanya," jelas Pardo. "Ia memiliki taring yang besar, seluruh bagian depan mulutnya adalah gigi raksasa."

Para peneliti menemukan fosil dari empat individu di Formasi Gai-As di barat laut Namibia, bagian dari superbenua Gondwana pada masa itu.

Fosil yang ditemukan mencakup fragmen tengkorak serta tulang belakang.

"Ketika kami menemukan spesimen besar ini tergeletak di tonjolan batu sebagai konkresi raksasa, itu benar-benar mengejutkan," kata Claudia Marsicano, penulis utama lainnya dari Universitas Buenos Aires.

"Saya tahu hanya dengan melihatnya saja bahwa itu adalah sesuatu yang sama sekali berbeda. Kami semua sangat gembira."

Pada periode saat G. jennyae hidup, wilayah yang kini dikenal sebagai Namibia berada lebih jauh ke selatan, hampir sejajar dengan titik paling utara Antartika saat ini.

Zaman es kala itu sedang berakhir, menyebabkan daratan di sekitar khatulistiwa mulai mengering, sementara daerah rawa di dekat kutub tetap ada, memungkinkan makhluk seperti G. jennyae bertahan dengan ciri-ciri primitif.

Makhluk ini dikategorikan sebagai tetrapoda batang, yaitu vertebrata awal yang masih memiliki fitur peralihan antara ikan dan tetrapoda berkaki empat pertama.

Hewan ini mempertahankan beberapa karakteristik akuatik seperti insang dan anggota tubuh yang belum sepenuhnya berkembang untuk berjalan di darat.

"Sungguh, sungguh mengejutkan bahwa Gaiasia begitu kuno," kata Pardo. "Gaiasia terkait dengan organisme yang punah mungkin 40 juta tahun sebelumnya."

Menurut Pardo, penemuan ini juga menunjukkan bagaimana hewan yang hidup di daerah selatan berkembang dengan cara yang berbeda dibandingkan dengan spesies yang hidup lebih dekat ke khatulistiwa.

"Semakin banyak kita mencari, kita mungkin menemukan lebih banyak jawaban tentang kelompok hewan utama yang kita pedulikan, seperti nenek moyang mamalia dan reptil modern," tambahnya.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#Tetrapoda batang #Predator prasejarah #Gondwanax #Fosil purba