Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Studi Ilmiah Ungkap Hubungan Letusan Gunung Berapi dan Naiknya Permukaan Laut

Prisilia Rumengan • Kamis, 20 Maret 2025 | 21:18 WIB

Pemandangan permukaan air disekitar gunung berapi (canva.com)
Pemandangan permukaan air disekitar gunung berapi (canva.com)

RADARPAPUA - Aktivitas vulkanik tidak hanya berpengaruh terhadap daratan tetapi juga dapat mengubah permukaan laut secara signifikan.

Studi ilmiah menunjukkan bahwa letusan gunung berapi bawah laut dan di wilayah pesisir dapat menyebabkan kenaikan atau penurunan permukaan air akibat berbagai faktor geologi.

Beberapa kasus terdokumentasi menunjukkan bahwa letusan besar dapat mengakibatkan pergeseran kerak bumi, menciptakan tsunami, atau bahkan meratakan wilayah tertentu.

Misalnya, letusan besar di Santorini pada masa peradaban Minoa diduga memicu tsunami dahsyat yang berdampak pada kehancuran kota-kota pesisir.

Begitu pula dengan fenomena vulkanik di Campi Flegrei, Italia, yang menunjukkan adanya pergerakan naik dan turun permukaan tanah akibat aktivitas magma di bawah laut.

Para ahli geologi kelautan yang meneliti daerah vulkanik bawah laut menemukan bahwa letusan dapat mengubah bentuk dasar laut, memicu pelepasan gas panas, serta mengangkat atau menurunkan pulau-pulau kecil seiring waktu.

Penemuan ini memperjelas bahwa interaksi antara gunung berapi dan lautan memiliki dampak besar terhadap lingkungan dan ekosistem perairan.

Perubahan ini tidak hanya mempengaruhi kondisi fisik laut tetapi juga kehidupan manusia di sekitar pesisir.

Tsunami yang dipicu oleh aktivitas vulkanik bisa datang tanpa peringatan, seperti yang terjadi di Krakatau pada tahun 1883.

Selain itu, pelepasan material vulkanik ke laut dapat mengubah komposisi air dan kehidupan laut di sekitarnya.

Dengan meningkatnya pemantauan terhadap gunung berapi bawah laut, para ilmuwan berharap dapat memahami lebih jauh pola perubahan permukaan laut akibat aktivitas vulkanik.

Pemahaman ini penting dalam mitigasi bencana, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan tsunami dan pergeseran tanah akibat gunung berapi aktif.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#tsunami #peristiwa alam #permukaan air #vulkanik #gunung berapi #letusan gunung