Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Migrasi Kuno: Iguana Menaklukkan Samudra dengan Rakit di Zaman Prasejarah

Via Ponamon • Jumat, 21 Maret 2025 | 13:55 WIB

Empat spesies iguana hidup di Fiji — termasuk iguana jambul ini ( Brachylophus vitiensis ). (Kredit gambar: Nicholas Hess)
Empat spesies iguana hidup di Fiji — termasuk iguana jambul ini ( Brachylophus vitiensis ). (Kredit gambar: Nicholas Hess)

 

RADARPAPUA - Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa iguana purba melakukan perjalanan luar biasa sejauh 5.000 mil dari Amerika Utara ke Fiji dengan menumpang pada rakit alami yang terbentuk dari tumbuhan yang mengapung.

Sekitar 34 juta tahun yang lalu, iguana ini menempuh perjalanan melintasi samudra, menjadikannya spesies darat dengan rekor perjalanan terpanjang yang pernah tercatat.

Para ilmuwan meyakini bahwa iguana tersebut mencapai Fiji tak lama setelah kepulauan itu terbentuk, dengan menumpang pada tumbuhan yang terbawa arus laut.

"Anda dapat membayangkan semacam siklon yang merobohkan pepohonan tempat terdapat sekelompok iguana dan mungkin telur-telurnya, lalu mereka menangkap arus laut dan berenang di sana," ujar Simon Scarpetta, asisten profesor ilmu lingkungan di Universitas San Francisco sekaligus penulis utama studi ini.

Iguana hijau khas Fiji merupakan satu-satunya spesies iguana yang hidup di luar Belahan Bumi Barat.

Misteri mengenai bagaimana mereka bisa sampai ke Fiji telah lama diperdebatkan. Berdasarkan analisis genetik yang dipublikasikan dalam jurnal PNAS pada 17 Maret, penelitian ini mengungkap bahwa iguana Fiji lebih dekat kekerabatannya dengan iguana dari Belahan Bumi Barat dibandingkan perkiraan sebelumnya.

Mereka diduga berasal dari Pantai Barat Amerika Serikat dan langsung bermigrasi ke Fiji sekitar 34 juta tahun yang lalu.

"Bahwa mereka mencapai Fiji langsung dari Amerika Utara tampaknya tidak masuk akal," kata Jimmy McGuire, profesor biologi di University of California, Berkeley.

"Namun model alternatif yang melibatkan kolonisasi dari wilayah daratan yang berdekatan tidak benar-benar berfungsi untuk jangka waktu tersebut, karena kita tahu bahwa mereka tiba di Fiji dalam kurun waktu sekitar 34 juta tahun terakhir."

Sebelumnya, beberapa ahli menduga bahwa kadal Fiji, yang termasuk dalam genus Brachylophus, berasal dari spesies iguana yang telah punah di kawasan Pasifik.

Ada pula teori yang menyatakan bahwa mereka menempuh jalur yang lebih pendek dari Amerika Selatan melalui Antartika atau Australia sebelum akhirnya menetap di Fiji. Namun, analisis genetik terdahulu belum dapat membuktikan keterkaitan mereka secara jelas dengan iguana lain.

Analisis terbaru didasarkan pada urutan DNA seluruh genom yang dikumpulkan dari lebih dari 200 spesimen iguana yang tersebar di berbagai museum di dunia.

Studi ini menunjukkan bahwa genus Brachylophus di Fiji memiliki hubungan erat dengan genus Diposaurus, yang hidup di padang pasir Amerika Utara.

Iguana gurun ini memiliki kemampuan bertahan dalam kondisi panas ekstrem, sehingga memungkinkan mereka bertahan dalam perjalanan laut yang panjang.

"Iguana, khususnya iguana gurun, tahan terhadap kelaparan dan dehidrasi. Jadi, menurut saya, jika ada sekelompok vertebrata atau kadal yang benar-benar dapat menempuh perjalanan sejauh 8.000 kilometer melintasi Pasifik dengan hamparan vegetasi, nenek moyang yang mirip iguana gurun adalah mereka," jelas Scarpetta.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa garis keturunan iguana ini terpisah sekitar 34 juta tahun lalu, bertepatan dengan pembentukan Kepulauan Fiji.

"Ini menunjukkan bahwa segera setelah daratan muncul di tempat Fiji sekarang berada, iguana ini mungkin telah menjajahnya.

Terlepas dari waktu penyebaran yang sebenarnya, peristiwa itu sendiri sangat spektakuler," tambah Scarpetta.(RP)

 

Sumber : livescience.com

Editor : Via Ponamon
#Migrasi iguana #Iguana purba #Evolusi kadal #Analisis genetik