RADARPAPUA – Letusan dahsyat gunung berapi Thera di Pulau Santorini sekitar 1550 SM disebut-sebut sebagai salah satu bencana terbesar dalam sejarah peradaban manusia.
Ledakan ini tidak hanya mengguncang wilayah Laut Aegea, tetapi juga berpotensi menciptakan tsunami yang melaju hingga ke pesisir Mesir.
Dugaan ini menimbulkan spekulasi bahwa gelombang raksasa tersebut mungkin telah menenggelamkan pasukan Firaun yang diceritakan dalam teks-teks kuno.
Berdasarkan penelitian ilmiah, letusan Thera melepaskan miliaran ton material vulkanik ke atmosfer, menciptakan awan abu yang menutupi langit dan memicu perubahan iklim ekstrem.
Selain itu, material piroklastik yang masuk ke laut diperkirakan menghasilkan tsunami dengan tinggi gelombang mencapai 20 meter.
Jika benar gelombang ini mencapai Mesir, maka efeknya bisa sangat menghancurkan bagi wilayah pesisir dan mungkin turut berkontribusi dalam kisah kehancuran pasukan Firaun saat mengejar bangsa Israel.
Dalam dokumen Mesir kuno, terdapat bukti tentang bencana alam yang menyebabkan kehancuran besar, termasuk kemungkinan banjir atau tsunami.
Beberapa arkeolog menghubungkan peristiwa ini dengan kisah penyeberangan Laut Merah yang disebut dalam kitab suci.
Meski begitu, bukti langsung tentang keterkaitan antara letusan Thera dan hilangnya pasukan Firaun masih menjadi perdebatan di kalangan sejarawan dan ilmuwan.
Sementara itu, para peneliti terus menggali data dari sedimen dasar laut dan reruntuhan di sekitar Laut Tengah untuk menemukan jejak tsunami yang dapat dikaitkan dengan peristiwa ini.
Apakah tsunami dari letusan Santorini benar-benar menenggelamkan tentara Mesir, atau hanya bagian dari legenda yang diwariskan selama ribuan tahun? Misteri ini masih menjadi teka-teki yang menarik untuk dipecahkan.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan