Menyelami Keanekaragaman Jamur Piloderma: Penemuan Lima Spesies Baru yang Menakjubkan

Richard Lawongan • Dipublikasikan Minggu, 23 Maret 2025 | 18:48 WIB

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

 

RADARPAPUA - Jamur Piloderma dikenal sebagai mitra penting bagi pohon dalam hubungan simbiosis yang disebut mikoriza. Mereka membantu pohon menyerap air dan nutrisi sebagai imbalan atas gula, mendukung ekosistem hutan yang sehat.

Penelitian terbaru yang diterbitkan di Fungal Biology mengungkap lima spesies baru dalam genus Piloderma. Penemuan ini menunjukkan bahwa keanekaragaman Piloderma jauh lebih besar dari yang diduga sebelumnya.

Salah satu spesies yang menarik perhatian adalah Piloderma fugax. Spesies ini hanya ditemukan di hutan tua di Swedia dan Norwegia, menjadikannya rentan terhadap risiko kepunahan akibat deforestasi. Nama fugax, yang berarti “pemalu” dalam bahasa Latin, mencerminkan sifatnya yang sulit ditemukan.

Selain itu, peneliti juga menemukan Piloderma luminosum, yang dapat dikenali melalui tubuh buah berwarna kuning hingga oranye terang. Spesies ini sebelumnya dianggap bagian dari kompleks spesies yang mencakup Piloderma byssinum, namun analisis DNA mengonfirmasi perbedaannya.

Para ilmuwan menggunakan data genetik dari sampel tanah dan akar yang diunggah ke basis data internasional untuk memastikan identitas spesies baru ini. Dengan pendekatan ini, mereka juga memetakan distribusi geografis dan ekologi masing-masing spesies.

Penemuan ini tidak hanya memperkaya pengetahuan tentang biodiversitas jamur, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya menjaga hutan tua. Melindungi habitat alami dapat mencegah hilangnya spesies yang masih tersembunyi di ekosistem kita.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
Sumber : Science Daily
hutan Piloderma konservasi sains jamur tua biodiversitas