RADARPAPUA - Misteri tentang terbelahnya Laut Merah dalam kisah Musa kembali diperdebatkan setelah para ilmuwan menemukan bukti yang mungkin mengarah ke Laut Teberau.
Berdasarkan penelitian, istilah dalam teks Ibrani yang menyebut "Yam Suf" seharusnya diterjemahkan sebagai "Laut Alang-Alang" atau "Laut Teberau", bukan Laut Merah seperti yang umum dikenal saat ini.
Penelitian yang dilakukan oleh sejarawan dan ilmuwan atmosfer menunjukkan bahwa lokasi yang lebih cocok dengan deskripsi kisah ini adalah daerah berawa di sekitar Danau Manzala di Delta Sungai Nil.
Catatan sejarah dari abad ke-19 mencatat bahwa angin kencang dapat menggeser air di perairan dangkal ini, memungkinkan daratan terbuka dalam waktu singkat sebelum akhirnya kembali menutup dengan cepat.
Ahli geologi dan arkeolog yang meneliti reruntuhan Mesir kuno juga menemukan bahwa jalur perjalanan bangsa Israel lebih mungkin melewati area ini dibandingkan Laut Merah yang lebih dalam dan luas.
Temuan ini semakin diperkuat dengan ukiran di Kuil Karnak yang menggambarkan pergerakan pasukan dan aliran air yang dipenuhi alang-alang.
Walaupun teori ini belum sepenuhnya menggantikan kisah tradisional, semakin banyak bukti yang mengarah pada kemungkinan bahwa peristiwa ini lebih merupakan fenomena alam dibandingkan keajaiban supranatural.
Penelitian lebih lanjut akan terus dilakukan untuk memastikan apakah Laut Teberau benar-benar merupakan lokasi dari peristiwa yang telah menjadi bagian penting dari sejarah keagamaan ini.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan