Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Dokter Istana Firaun Terungkap Setelah 4.100 Tahun

Via Ponamon • Selasa, 25 Maret 2025 | 14:08 WIB

Prasasti hieroglif di makam tersebut mengungkapkan identitas sang dokter (Sumber gambar: Courtesy of the Egypt
Prasasti hieroglif di makam tersebut mengungkapkan identitas sang dokter (Sumber gambar: Courtesy of the Egypt

 

RADARPAPUA - Para arkeolog yang bekerja di situs Saqqara, Mesir, baru saja menemukan sebuah makam berusia 4.100 tahun yang diyakini sebagai tempat peristirahatan terakhir seorang dokter kerajaan.

Makam ini milik seorang dokter bernama "Tetinebefou," yang disebut dalam berbagai prasasti di dalamnya.

Tim peneliti Swiss-Prancis yang menemukan makam ini melaporkan bahwa meskipun banyak artefak telah dijarah, mereka tetap dapat mempelajari lukisan dinding dan hieroglif yang memberikan wawasan mengenai peran dokter ini di istana firaun serta alat-alat yang mungkin ia gunakan dalam praktik medisnya.

Ia memiliki gelar "tukang sihir dewi Serqet [Serket atau Selket]," yang dikaitkan dengan perlindungan terhadap gigitan berbisa.

"Ia adalah spesialis gigitan berbisa," kata Philippe Collombert, pemimpin tim peneliti sekaligus ahli Mesir Kuno dari Universitas Jenewa.

Selain itu, prasasti di makam menyebutkan bahwa Tetinebefou juga bergelar "direktur tanaman obat," yang hanya ditemukan pada satu artefak lain dari peradaban Mesir Kuno.

Gelar lainnya, "kepala dokter gigi," juga jarang ditemukan dalam catatan sejarah. "Bukti mengenai 'dokter gigi' Mesir kuno sangat langka," ungkap Roger Forshaw, dosen kehormatan di Pusat KNH untuk Egiptologi Biomedis di Universitas Manchester.

Keberadaan gelar-gelar ini mengindikasikan bahwa Tetinebefou adalah dokter utama di istana kerajaan. "Dia tentu saja adalah dokter utama di istana kerajaan, jadi dia sendiri yang akan merawat firaun," ujar Collombert.

Makam ini dihiasi dengan berbagai lukisan dinding berwarna cerah yang menggambarkan wadah seperti toples dan vas, serta bentuk-bentuk geometris dan abstrak yang mencerminkan seni Mesir Kuno.

"Dindingnya dihiasi sepenuhnya dengan lukisan berwarna cerah dan segar! Kita jadi lupa bahwa usianya sudah 4.000 tahun!" tulis tim peneliti dalam blog mereka.

Namun, hingga saat ini belum diketahui secara pasti firaun mana yang pernah dirawat oleh Tetinebefou.

Dugaan sementara mengarah kepada Pepi II, yang memerintah sekitar tahun 2246 hingga 2152 SM, atau salah satu firaun yang memerintah setelahnya.

Pada masa pemerintahan Pepi II, Mesir masih bersatu dan membangun piramida, tetapi setelah masa pemerintahannya, negara mulai terpecah.

Para gubernur daerah mulai memperoleh kekuasaan lebih besar, menandai awal dari Periode Menengah Pertama yang berlangsung dari sekitar tahun 2150 hingga 2030 SM.

Tidak ditemukan jasad manusia di makam tersebut. Selain lukisan dan prasasti di dinding, "makam itu telah dijarah hampir seluruhnya," ujar Collombert.

Analisis lebih lanjut terhadap makam ini masih terus dilakukan oleh para arkeolog guna mengungkap lebih banyak informasi tentang kehidupan dan peran Tetinebefou di masa lalu.(RP)

 

Sumber : livescience.com 

Editor : Via Ponamon
#Mesir kuno #Makam Saqqara #hieroglif #Dokter Firaun