RADARPAPUA - Sebuah studi komprehensif tentang kuda perang abad pertengahan akan dirilis dalam bentuk buku revolusioner berjudul "Medieval Warhorse: Equestrian Landscapes, Material Culture and Zooarchaeology in Britain, AD 800–1550". Buku ini menyajikan gambaran menyeluruh mengenai evolusi kuda perang di Inggris melalui penelitian arkeologi, analisis DNA, dan studi sejarah.
Tim peneliti dari University of Exeter, bersama rekan-rekan dari East Anglia dan University College Dublin, membongkar mitos bahwa kuda perang berukuran besar seperti Shire. Sebaliknya, bukti menunjukkan bahwa kuda perang memiliki ukuran yang lebih kecil dan proporsional, yang lebih sesuai untuk pertempuran.
Penelitian ini juga memetakan jaringan peternakan kerajaan di Inggris, mengungkap bagaimana raja memperlakukan kuda perang layaknya simbol status yang setara dengan supercar masa kini. Proses perdagangan dan perawatan kuda perang menjadi bukti nyata kekayaan dan kekuasaan pada masa itu.
Profesor Oliver Creighton, arkeolog terkemuka di Exeter dan salah satu editor buku ini, menyatakan bahwa kuda perang tidak hanya menjadi senjata penting di medan perang tetapi juga simbol status sosial. Mereka erat kaitannya dengan konsep ksatria dan nilai-nilai kesatria.
Buku ini mengintegrasikan data dari berbagai disiplin ilmu untuk menyajikan pandangan baru tentang peran kuda dalam masyarakat abad pertengahan. Dengan pendekatan interdisipliner, temuan ini memperkaya pemahaman kita tentang lanskap budaya, ekonomi, dan militer pada masa itu.
Rilis buku ini menjadi tonggak penting dalam studi sejarah kuda perang, membuka cakrawala baru dalam memahami kehidupan pada era abad pertengahan.(aj)
Editor : Prisilia Rumengan