Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Genetik di Laut Tengah: Bukti Interaksi Pemburu-Pengumpul Eropa dan Afrika Utara 8.500 Tahun Lalu

Richard Lawongan • Rabu, 26 Maret 2025 | 20:06 WIB

Pemburu-Pengumpul Eropa Berlayar ke Afrika Utara 8.500 Tahun Lalu
Pemburu-Pengumpul Eropa Berlayar ke Afrika Utara 8.500 Tahun Lalu


RADARPAPUA - Penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemburu-pengumpul dari Eropa mungkin telah menyeberangi Laut Mediterania ke Afrika Utara sekitar 8.500 tahun yang lalu. Temuan ini berasal dari analisis DNA kuno yang diambil dari sisa-sisa manusia Zaman Batu di wilayah Maghreb Timur, mencakup Tunisia dan Aljazair timur laut.

Menurut studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature, salah satu individu yang ditemukan di situs Djebba di Tunisia memiliki sekitar 6% DNA yang berasal dari pemburu-pengumpul Eropa. Ini menjadi bukti genetik pertama yang menunjukkan kontak antara populasi awal Eropa dan Afrika Utara, memperkuat teori yang sebelumnya dianggap spekulatif.

"Beberapa dekade lalu, antropolog menduga adanya kontak ini berdasarkan analisis morfologi kerangka," kata Ron Pinhasi, antropolog evolusi dari Universitas Wina. "Kini, data genom baru telah memvalidasi hipotesis tersebut, yang sangat menarik."

Zaman Batu, yang dimulai sekitar 3 juta tahun lalu dan berakhir sekitar 5.000 tahun yang lalu, ditandai dengan penggunaan alat batu oleh manusia. Selama periode ini, masyarakat di Eropa dan Afrika Utara hidup sebagai pemburu-pengumpul sebelum beralih ke pertanian pada Zaman Neolitikum.

Namun, tidak seperti wilayah Maghreb Barat yang menunjukkan tingkat campuran genetik yang tinggi dari petani Eropa—bahkan hingga 80%—Maghreb Timur tetap cukup terisolasi secara genetik. Satu-satunya pengecualian adalah jejak genetik pemburu-pengumpul Eropa yang terdeteksi pada beberapa individu.

Para peneliti berspekulasi bahwa perjalanan ini mungkin dilakukan menggunakan perahu kayu panjang yang melintasi Laut Mediterania. Bukti pendukung lainnya adalah temuan kaca vulkanik atau obsidian dari Pulau Pantelleria di Selat Sisilia, yang menunjukkan kemungkinan persinggahan selama pelayaran.

Selain jejak genetik, penelitian juga mengungkap bahwa masyarakat di Maghreb Timur lebih tahan terhadap pengaruh genetik luar dibandingkan dengan wilayah barat. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa pertanian baru benar-benar diadopsi di wilayah ini sekitar 1000 SM, jauh lebih lambat daripada wilayah lain di sekitar Mediterania.

Dengan studi ini, para peneliti berharap dapat terus mengungkap jejak migrasi dan interaksi manusia purba, memperkaya pemahaman kita tentang hubungan antarbudaya di masa lalu.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#DNA kuno #Migrasi manusia #arkeologi #manusia #sejarah #zaman