RADARPAPUA – Para ilmuwan menemukan bukti mengejutkan di Tall el-Hammam, situs arkeologi di Yordania, yang menunjukkan bahwa kota tersebut pernah dihancurkan oleh ledakan dahsyat.
Analisis tembikar yang ditemukan di lokasi itu mengungkap jejak panas ekstrem yang hanya bisa disebabkan oleh peristiwa luar biasa, seperti ledakan meteor atau fenomena nuklir alami.
Penelitian yang dipimpin oleh arkeolog Steve Collins dan ilmuwan Phil Silvia menunjukkan bahwa material di situs tersebut mengalami pemanasan hingga suhu lebih tinggi dari Matahari.
Beberapa temuan utama mencakup batu bata lumpur yang meleleh dan berubah menjadi kaca, serta batu besar yang terlempar jauh dari tempatnya akibat ledakan.
Menurut teori Silvia, ledakan ini disebabkan oleh peristiwa airburst, yaitu ledakan meteor di atmosfer yang mirip dengan insiden Chelyabinsk di Rusia pada 2013.
Ledakan ini dapat menciptakan suhu ekstrem, gelombang kejut dahsyat, dan kebakaran besar, yang sesuai dengan bukti kehancuran di Tall el-Hammam.
Lebih lanjut, para ilmuwan menemukan bahwa tanah di sekitar lokasi mengalami kontaminasi garam, yang membuatnya tidak subur selama berabad-abad.
Ini mengindikasikan bahwa gelombang kejut atau efek dari ledakan bisa saja membawa material dari Laut Mati ke daratan, menjadikan wilayah itu tidak layak huni.
Penemuan ini semakin memperkuat hipotesis bahwa peristiwa dahsyat seperti ini bisa saja menginspirasi berbagai kisah kehancuran dalam sejarah, termasuk narasi dalam teks kuno.
Namun, penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk memastikan penyebab pasti dari bencana yang menimpa kota purba tersebut.(Sil)
Editor : Prisilia RumenganSumber : National Geographic