RADARPAPUA - Para arkeolog di Pompeii telah menemukan sebuah lukisan dinding langka yang menggambarkan ritual pemujaan misterius dari zaman Romawi kuno.
Lukisan ini ditemukan di sebuah rumah yang baru digali, dikenal sebagai House of Thiasus, dan memberikan wawasan baru tentang kehidupan spiritual masyarakat Pompeii sebelum kota itu hancur akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 Masehi.
Lukisan dinding ini, yang hampir seukuran manusia, menghiasi tiga sisi ruang perjamuan besar, sementara sisi keempat terbuka ke taman.
Dengan latar belakang merah terang, lukisan tersebut menampilkan maenad—pengikut wanita dewa anggur Dionysus—yang digambarkan sebagai penari dan pemburu.
Mereka terlihat membawa pedang dan hewan buruan seperti kambing yang telah disembelih. Selain itu, terdapat satyr muda yang memainkan alat musik dan melakukan ritual persembahan anggur dengan gaya akrobatik.
Di bagian tengah lukisan, seorang wanita muda berdiri di samping Silenus tua yang memegang obor, menandakan bahwa wanita tersebut sedang menjalani inisiasi ke dalam misteri Dionysus—ritual pemujaan malam yang menjanjikan keabadian bagi para pengikutnya.
Ritual ini dikenal sebagai misteri karena praktik dan upacaranya dirahasiakan dari orang luar.
Namun, lukisan ini memberikan petunjuk bahwa para inisiat mungkin terlibat dalam kegiatan berburu sebelum upacara, mencerminkan tradisi Yunani kuno yang menghubungkan Dionysus dengan alam liar dan binatang buas.
Baca Juga: Penemuan Kanal Kuno Romawi di Prancis Mengungkap Jejak Paman Julius Caesar
Penemuan ini memiliki kemiripan dengan lukisan dinding yang ditemukan pada tahun 1909 di Villa of the Mysteries, pinggiran Pompeii.
Namun, lukisan baru ini menampilkan adegan berburu yang tidak ada pada lukisan sebelumnya.
Kedua lukisan tersebut menggambarkan sisi liar dan bebas dari para wanita pada masa itu.
Menurut Gabriel Zuchtriegel, direktur Taman Arkeologi Pompeii, wanita dalam lukisan ini "melepaskan diri dari aturan laki-laki, menari bebas, berburu, dan makan daging mentah di pegunungan dan hutan.
Menariknya, lukisan-lukisan ini dibuat sekitar tahun 50 SM, lebih dari 100 tahun sebelum letusan Gunung Vesuvius yang mengubur Pompeii.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun pemerintah Romawi pernah melarang ritual Dionysus pada tahun 186 SM, banyak orang tetap menjalankannya secara rahasia.
Menteri Kebudayaan Italia, Alessandro Giuli, menyatakan bahwa penemuan ini adalah tonggak sejarah yang akan dikenang selama 100 tahun ke depan, memberikan pemahaman lebih dalam tentang kepercayaan dan praktik spiritual di dunia kuno.
House of Thiasus kini menjadi bagian dari tur di situs arkeologi Pompeii, memungkinkan pengunjung untuk menyaksikan langsung lukisan dinding yang mengungkap aspek tersembunyi dari kehidupan religius masyarakat Romawi kuno.(RP)
Sumber : livescience.com
Editor : Via Ponamon