RADARPAPUA- Dr. Yanagihara, seorang peneliti biologi laut, selamat dari serangan ubur-ubur kotak yang hampir merenggut nyawanya.
Namun, proses pemulihannya memakan waktu yang sangat lama dan menyakitkan. Dalam tiga hari pertama, rasa sakit yang intens datang seperti luka bakar di seluruh tubuhnya.
Ia mencoba berbagai pengobatan topikal, termasuk steroid, namun tidak ada yang memberi hasil yang memadai. Setelah satu minggu menderita, ia mulai mencari tahu lebih dalam tentang biokimia racun ubur-ubur kotak yang menyebabkan rasa sakit tersebut.
Rasa ingin tahunya yang mendalam membawanya pada penemuan besar. Dr. Yanagihara memutuskan untuk mendedikasikan hidupnya untuk memahami makhluk yang hampir menghilangkannya, sebuah langkah yang kemudian menghasilkan penemuan yang sangat penting.
Penelitiannya mengungkapkan bahwa ubur-ubur kotak bergerak sesuai dengan siklus bulan. Setiap bulan, sekitar 8 hingga 10 hari setelah bulan purnama, mereka akan muncul di perairan Waikiki dengan pola yang teratur, tepat seperti jam biologis mereka.
Hal ini terjadi di pagi hari sebelum matahari terbit, saat mereka siap untuk bertelur.
Temuan ini memberikan wawasan berharga yang tidak hanya membantu dalam pencegahan sengatan ubur-ubur kotak, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan pengobatan topikal yang saat ini digunakan oleh tim operasi khusus Angkatan Laut AS.
Metode ini kini dikenal sebagai pertolongan pertama yang efektif jika seseorang tersengat ubur-ubur.
Dua langkah utama yang disarankan adalah: pertama, membilas area sengatan dengan cuka untuk menghentikan kapsul racun yang aktif, dan kedua, memberikan panas pada daerah yang tersengat pada suhu sekitar 42-45 derajat Celsius selama 45 menit untuk menghentikan efek racun.
Meski penemuan ini memberikan kemajuan besar dalam pengobatan sengatan ubur-ubur, Dr. Yanagihara juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menyalahkan makhluk ini.
Ubur-ubur kotak, yang sudah ada selama lebih dari 600 juta tahun, hanyalah bagian dari ekosistem alami. Dr. Yanagihara mencatat bahwa ia tidaklah sengaja bertemu dengan ubur-ubur itu adalah dunia mereka dan ia hanya berada di tempat yang salah pada waktu yang salah.
Dengan penelitian ini, Dr. Yanagihara tidak hanya menyelamatkan nyawa banyak orang, tetapi juga mengingatkan kita tentang pentingnya memahami alam dan makhluk-makhluk yang ada di dalamnya, bukannya hanya melihat mereka sebagai ancaman.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan