Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Patung Gajah Berusia 2.300 Tahun Ditemukan di India: Bukti Kejayaan Buddha di Masa Kaisar Ashoka

Richard Lawongan • Rabu, 2 April 2025 | 23:53 WIB

Gajah biasanya muncul dalam seni Buddha dari periode tersebut dan para arkeolog berpendapat bahwa gajah merupakan peninggalan dari pemujaan Buddha awal di wilayah tersebut.
Gajah biasanya muncul dalam seni Buddha dari periode tersebut dan para arkeolog berpendapat bahwa gajah merupakan peninggalan dari pemujaan Buddha awal di wilayah tersebut.

RADARPAPUA -
Para arkeolog di India menemukan patung gajah yang diperkirakan dibuat sekitar 2.300 tahun lalu. Pada masa itu, agama Buddha sangat berkembang di wilayah tersebut.

Patung ini memiliki tinggi sekitar 1 meter dan diukir dari batu. Gaya ukirannya mirip dengan patung-patung gajah lain yang ditemukan di negara bagian Odisha.

Tim arkeolog dari INTACH (Indian National Trust for Art and Cultural Heritage) menemukan patung ini pada bulan April di sebuah desa di tepi Sungai Daya, distrik Puri. Menurut sejarawan Anil Dhir, daerah ini menyimpan banyak benda bersejarah dari zaman Buddha kuno.

Patung gajah ini memiliki tanda merah di kepalanya dan kain merah diikat di salah satu kakinya.

Mirip dengan Patung di Dhauli

Tim juga menemukan sisa-sisa bangunan kuno di sekitar desa, termasuk bagian dari kuil Buddha. Patung ini sangat mirip dengan patung gajah di Dhauli, sebuah pusat ajaran Buddha kuno yang terletak sekitar 19 kilometer dari lokasi penemuan.

Patung di Dhauli dibuat antara tahun 272 SM dan 231 SM, pada masa pemerintahan Kaisar Ashoka dari Kekaisaran Maurya. Ashoka adalah pemimpin yang menyebarkan agama Buddha ke banyak wilayah di India dan sekitarnya.

Buddha dan Hindu

Agama Buddha muncul di India pada abad ke-6 atau ke-5 SM dan menjadi sangat berpengaruh pada masa Kaisar Ashoka di abad ke-3 SM. Namun, pengaruh Buddha di India mulai berkurang karena banyak ajarannya diserap oleh agama Hindu. Setelah abad ke-10, Islam juga mulai berkembang di wilayah ini. Saat ini, hanya sekitar 0,7% penduduk India yang beragama Buddha.

Meski begitu, dalam beberapa upacara Hindu, Buddha masih dihormati sebagai salah satu perwujudan Dewa Wisnu.

Makna Gajah dalam Buddha

Gajah adalah simbol penting dalam ajaran Buddha. Banyak patung dan monumen Buddha menampilkan gambar gajah.

Di dekat patung gajah yang baru ditemukan, para arkeolog juga menemukan pilar batu berwarna merah dan bongkahan batu lainnya. Temuan serupa juga pernah ditemukan di desa Kaima, Odisha.

Menurut ahli sejarah Peter Harvey, dalam cerita Buddha, ibu dari Siddhartha Gautama (calon Buddha) pernah bermimpi tentang seekor gajah putih yang masuk ke dalam rahimnya. Mimpi ini dianggap sebagai tanda bahwa ia akan melahirkan seorang tokoh besar.

Selain itu, gajah juga merupakan simbol musim hujan dan kesuburan di India kuno. Dalam kepercayaan sebelum Buddha, gajah adalah hewan yang dikendarai oleh Dewa Indra, yang kemudian dianggap sebagai murid Buddha.

Penemuan ini menambah bukti bahwa daerah Odisha dulunya merupakan pusat agama Buddha yang sangat penting. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Masa Kaisar Ashoka #Patung Gajah #Bukti Kejayaan Buddha #Ditemukan di India