Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Batu Tertua di Bumi: Petunjuk Awal Kehidupan dan Sejarah Planet Kita

Richard Lawongan • Rabu, 2 April 2025 | 23:58 WIB

(Kredit gambar: Kredit Gambar: NASA/GSFC/METI/ERSDAC/JAROS, dan Tim Sains ASTER AS/Jepang)
(Kredit gambar: Kredit Gambar: NASA/GSFC/METI/ERSDAC/JAROS, dan Tim Sains ASTER AS/Jepang)

RADARPAPUA -
Bumi sudah ada selama 4,54 miliar tahun. Selama waktu itu, banyak perubahan besar terjadi, membuat sulit bagi para ilmuwan untuk mengetahui apa yang terjadi di masa awal Bumi. Sebagian besar bukti sudah hancur lama sekali.

Namun, para ilmuwan menemukan batu-batu tua yang tersebar di seluruh dunia. Batu-batu ini memberi petunjuk tentang bagaimana Bumi terbentuk. Berikut adalah beberapa batu tertua yang pernah ditemukan dan informasi yang mereka berikan tentang planet kita.

Jack Hills, 4,4 miliar tahun yang lalu Di Jack Hills, Australia Barat, ada mineral kecil yang lebih tua dari bukit itu sendiri. Mineral ini disebut zircon dan berusia 4,4 miliar tahun, menjadikannya bahan Bumi tertua yang ditemukan. Zircon sangat tahan lama, bisa bertahan meskipun batu sekitarnya hancur. Beberapa zircon dari Jack Hills juga menunjukkan bahwa Bumi sudah memiliki air tawar hanya 600 juta tahun setelah terbentuk.

Nuvvuagittuq Greenstone Belt, 3,8 miliar hingga 4,3 miliar tahun yang lalu Batu di Nuvvuagittuq, Kanada, mungkin merupakan batu tertua yang masih ada. Ada perdebatan tentang usianya, tetapi beberapa batu di sini mungkin berusia hingga 4,3 miliar tahun. Beberapa peneliti juga berpendapat bahwa batu ini menyimpan jejak kehidupan awal Bumi, berupa bakteri yang sudah ada sekitar 4,3 miliar hingga 3,7 miliar tahun lalu.

Acasta Gneiss, 4 miliar tahun yang lalu Batu-batu di Kanada bagian utara ini berusia 4 miliar tahun. Batu ini disebut gneiss dan terbentuk karena tekanan dan panas tinggi di dalam kerak Bumi. Para ilmuwan dapat menentukan usianya dengan mengukur perbandingan uranium yang berubah menjadi timbal.

Isua Greenstone Belt, 3,8 miliar tahun yang lalu Isua di Greenland juga memiliki batu-batu tertua di Bumi. Peneliti menemukan apa yang tampak seperti jejak gelombang kecil di permukaan batu. Mereka percaya ini adalah fosil stromatolit, yaitu lapisan batu yang terbentuk di sekitar koloni mikroba di dasar laut atau danau.

Barberton Greenstone Belt, 3,5 miliar hingga 4,1 miliar tahun yang lalu Batu di Barberton, Afrika Selatan, menunjukkan adanya gempa bumi awal yang terjadi sekitar 3,3 miliar tahun yang lalu. Batu ini juga menunjukkan tanda-tanda bahwa lempeng Bumi sudah bergerak sejak zaman purba.

Napier Complex, 3,6 miliar hingga 4 miliar tahun yang lalu Di Antartika timur, ada batu yang berusia 3,6 miliar tahun, dan satu batu berusia 4 miliar tahun. Batu ini sangat penting karena bisa menjadi bukti adanya kerak Bumi yang sangat tua.

Anshan, 3,8 miliar tahun yang lalu Di Anshan, Tiongkok, ada batu-batu yang sangat tua. Daerah ini memiliki batu yang berusia lebih dari 3,8 miliar tahun dan merupakan yang tertua di Tiongkok.

Big Bertha, 4 miliar tahun yang lalu Pada tahun 2019, para ilmuwan menemukan batu yang sangat tua, bernama Big Bertha, yang berasal dari bulan. Batu ini ditemukan oleh astronot Apollo 14 pada tahun 1971. Batu ini mengandung mineral yang mirip dengan yang ada di Bumi, yang menunjukkan bahwa batu ini berasal dari Bumi dan terlempar ke bulan oleh dampak asteroid besar. (*)

4o mini
 
 
 
 
 
Editor : Richard Lawongan
#Sejarah Planet Kita #Petunjuk Awal Kehidupan #Penemuan Batu Tertua