RADARPAPUA - Tim arkeolog berhasil menggali sisa-sisa gerbang utara dan tembok Selinunte, kota Yunani berpengaruh di barat daya Sisilia. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya Selinunte dalam sejarah Mediterania dan strategi pertahanannya.
Pada puncaknya di abad ke-5 SM, Selinunte memiliki populasi 26.000 jiwa dan menguasai wilayah luas hingga Monte Adranone dan Sciacca. Namun, kota ini jatuh setelah pengepungan selama sepuluh hari oleh pasukan Kartago, menewaskan 16.000 orang. Arkeolog menemukan jejak 5.000 makam yang dijarah di tiga nekropolis, menunjukkan sejarah panjang kota ini.
Ekskavasi ini membuktikan hipotesis arkeolog Jerman, Dieter Mertens, dari tahun 1990-an tentang jaringan tembok besar di Selinunte. Gerbang utara yang baru ditemukan, setinggi sekitar tiga meter, diduga menjadi jalur utama prosesi pemakaman menuju nekropolis terdekat.
Penggunaan teknologi canggih seperti tomografi geoelektrik 3D akan mempercepat penggalian mendatang. Dengan ini, tim berharap dapat merekonstruksi tembok secara virtual dan menciptakan pengalaman museum terbuka bagi pengunjung.
Selinunte kini semakin menarik bagi wisatawan dan sejarawan. Upaya pelestarian ini tidak hanya mengungkap sejarah yang terlupakan tetapi juga memperkuat identitas budaya Sisilia sebagai rumah bagi peradaban kuno.(aj)
Editor : Richard Lawongan