Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Gantungan Bentuk Alat Kelamin yang Berusia 42.000 Tahun Ditemukan, Ini Gambaran Manusia Tertua yang Diketahui

Richard Lawongan • Kamis, 3 April 2025 | 23:38 WIB

Artefak falus berusia 42.000 tahun
Artefak falus berusia 42.000 tahun

RADARPAPUA -
Sebuah gantungan berbentuk alat kelamin pria yang terbuat dari batu grafit diperkirakan adalah barang kuno yang paling tua di dunia yang menggambarkan alat kelamin manusia.

Para ahli arkeologi di Mongolia Utara menemukan benda ini pada tahun 2016 di sebuah tempat bernama Tolbor-21 yang terletak di Pegunungan Khangai. Gantungan ini memiliki panjang sekitar 4,3 cm dan kini disimpan di Akademi Ilmu Pengetahuan Mongolia, seperti yang dijelaskan dalam sebuah studi yang dipublikasikan pada 12 Juni di jurnal Scientific Reports.

Melalui metode penanggalan karbon dan analisis mikroskopis, para peneliti menyimpulkan bahwa benda ini dibuat sekitar 42.000 tahun yang lalu. Pengrajin zaman dulu menggunakan grafit yang diambil dari tempat yang jaraknya sekitar 100 km untuk membuat benda ini dengan sangat rinci.

"Grafit adalah bahan yang langka pada zaman itu dan tidak biasa digunakan di wilayah tersebut," kata Solange Rigaud, penulis utama studi ini, seorang arkeolog dari Universitas Bordeaux dan Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (CNRS) di Prancis. "Grafit itu mungkin didapatkan dari kelompok orang nomaden lain yang menukarnya."

Para peneliti juga menduga bahwa pengrajin menggunakan alat batu untuk memahat gantungan ini, yang memiliki ukiran saluran yang menggambarkan uretra, saluran tempat keluarnya urin. Ada juga ukiran lain yang bisa digunakan untuk mengikat gantungan ini, mungkin untuk dikenakan sebagai kalung.

Meskipun gantungan ini sedikit rusak, kondisinya masih cukup baik. "Bagian depan gantungan masih terjaga, sementara sisi belakangnya lebih tergerus," kata Rigaud. Ini bisa disebabkan oleh gesekan saat gantungan ini digantung di leher pemakainya.

Peneliti mengatakan bahwa gantungan ini tidak hanya merupakan karya seni alat kelamin tertua yang dikenal di dunia, tetapi juga merupakan "representasi antropomorfik seksual paling awal" yang pernah ditemukan, lebih tua dari ukiran alat kelamin manusia lainnya, termasuk gambar vulva yang ditemukan di gua di Prancis yang berusia 37.000 tahun.

Namun, para peneliti belum dapat memastikan makna sebenarnya dari benda ini.

"Sulit untuk mengetahui fungsi pastinya," kata Rigaud. "Mungkin orang yang memakai gantungan ini ingin menunjukkan identitas kelompoknya atau mungkin memiliki makna pribadi bagi pemakainya."

Selain gantungan berbentuk alat kelamin ini, para arkeolog juga menemukan gantungan dan manik-manik yang terbuat dari kulit telur burung unta, gantungan batu lainnya, dan potongan tulang hewan di situs arkeologi tersebut. (*)

Editor : Richard Lawongan
#Gambaran Manusia Tertua #Gantungan Bentuk Alat Kelamin #penemuan