RADARPAPUA – Wilayah Sagittarius C (Sgr C) yang terletak 25.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Sagittarius, baru-baru ini menjadi fokus perhatian dunia astronomi setelah foto luar biasa dari teleskop radio MeerKAT di Afrika Selatan dipublikasikan pada 2 April 2025.
Gambar yang dihasilkan menunjukkan galaksi Bimasakti dengan cara yang belum pernah terlihat sebelumnya, memunculkan warna-warna biru, cyan, kuning, dan putih, menggambarkan sisa-sisa supernova yang meluas sejauh 1.000 tahun cahaya.
Keistimewaan dari temuan ini adalah bagaimana citra radio dari MeerKAT menyatu dengan gambar inframerah yang diambil oleh Teleskop Antariksa James Webb (JWST) pada 2023, yang memberikan wawasan baru tentang wilayah yang disebut sebagai Zona Molekuler Tengah.
Area ini meliputi ruang selebar 44 tahun cahaya, sekitar 200 tahun cahaya dari lubang hitam supermasif pusat Bimasakti, yaitu Sagittarius A*.
Di kawasan ini, para astronom telah menemukan bahwa meskipun ada gas dan debu yang sangat padat, proses pembentukan bintang tidak terjadi secepat yang diperkirakan.
John Bally, seorang ahli astrofisika dari University of Colorado Boulder dan peneliti utama, mengungkapkan bahwa medan magnet yang sangat kuat di sekitar lubang hitam mungkin memainkan peran utama dalam menghambat pembentukan bintang.
Medan magnet ini membentuk filamen yang tampak jelas dalam gambar MeerKAT dan JWST, dan kemungkinan cukup kuat untuk menahan gravitasi yang biasanya menyebabkan gas dan debu padat berkumpul untuk membentuk bintang.
"Dengan banyaknya gas dan debu di wilayah ini, kami bertanya mengapa hanya sedikit bintang yang terbentuk. Kini, kami mendapati bahwa medan magnet ini mungkin bertanggung jawab," ujar Bally.
Foto yang diperoleh dari JWST juga mengungkapkan lebih dari 500.000 bintang di wilayah tersebut.
Namun, proses pembentukan bintang di zona ini tidak seaktif di tempat lain dalam galaksi.
Keberadaan medan magnet yang kuat mungkin menjadi faktor yang memperlambat bahkan menghalangi pembentukan bintang di wilayah Sagittarius C.
MeerKAT, teleskop radio yang terdiri dari 64 parabola di Karoo, Afrika Selatan, memainkan peran penting dalam mengungkap misteri ini.
Dalam waktu dekat, teleskop ini akan menjadi bagian dari Square Kilometre Array, teleskop radio terbesar dan paling sensitif di dunia, yang juga akan menggunakan lebih dari 130.000 antena untuk memperdalam penelitian astronomi dan mengungkap lebih banyak rahasia galaksi kita.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan