Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Silinder Tanah Liat di Suriah Ungkap Aksara Abjad Tertua yang Mungkin Lebih Dulu dari Proto-Sinaitik

Prisilia Rumengan • Minggu, 6 April 2025 | 19:56 WIB

Simbol-simbol yang terukir mungkin merupakan bagian dari alfabet tertua yang diketahui (Glenn Schwartz/Johns Hopkins University)
Simbol-simbol yang terukir mungkin merupakan bagian dari alfabet tertua yang diketahui (Glenn Schwartz/Johns Hopkins University)

RADARPAPUA - Penemuan terbaru dari para peneliti Universitas Johns Hopkins telah mengguncang pemahaman kita tentang sejarah aksara abjad.

Ditemukan di Umm el-Marra, dekat Aleppo, Suriah utara, para arkeolog menemukan empat silinder tanah liat yang diperkirakan berasal dari sekitar 2400 SM, yang menunjukkan bukti penggunaan aksara lebih dari 500 tahun sebelum aksara proto-Sinaitik yang sebelumnya dianggap sebagai yang tertua.

Bukti ini berawal dari sebuah makam Zaman Perunggu yang mengandung simbol-simbol yang diduga merupakan bagian dari sistem penulisan awal.

Meskipun penanggalan radiokarbon menunjukkan umur silinder-silinder tersebut lebih tua dari aksara proto-Sinaitik, para ahli masih memperdebatkan apakah ini benar-benar sistem abjad.

Philippa Steele, seorang ahli filologi di University of Cambridge, berpendapat bahwa meskipun silinder-silinder tersebut menunjukkan tanda-tanda sistem penulisan, tidak ada bukti cukup untuk memastikan apakah ini sudah mencerminkan abjad yang sesungguhnya.

Aksara proto-Sinaitik yang ditemukan sekitar 4.000 tahun yang lalu di tambang pirus Mesir dianggap sebagai sistem abjad tertua yang dikenal, yang kemudian berkembang menjadi alfabet Fenisia, yang mempengaruhi aksara Ibrani, Yunani, dan Romawi.

Aksara ini diidentifikasi sebagai jenis penulisan di mana setiap huruf mewakili bunyi atau fonem, konsep yang inovatif di zamannya.

Namun, penemuan di Suriah menantang asumsi lama ini. Glenn Schwartz, seorang arkeolog di Johns Hopkins University yang memimpin penelitian ini, mengungkapkan bahwa temuan ini menunjukkan bahwa aksara abjad mungkin telah ada jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya.

Meskipun penemuan ini membuka diskusi tentang asal-usul alfabet, para peneliti masih membutuhkan bukti lebih lanjut untuk memastikan bahwa silinder Umm el-Marra memang merupakan bagian dari sistem abjad yang benar.

Sejarah penulisan menunjukkan bahwa berbagai sistem tulisan berkembang secara independen di berbagai belahan dunia, dengan hieroglif Mesir dan tulisan paku Sumeria muncul pada sekitar 3200 SM.

Sistem tulisan ini, meskipun canggih, bukanlah abjad karena setiap simbol lebih sering mewakili konsep atau kata-kata daripada fonem.

Sebaliknya, abjad menggunakan huruf untuk mewakili bunyi bahasa, memungkinkan bentuk komunikasi yang lebih fleksibel.

Silvia Ferrara, seorang filolog di Universitas Bologna, menyatakan bahwa meskipun temuan ini mengejutkan, itu tidak sepenuhnya mengherankan.

Ia mengatakan bahwa ide dan konsep abjad mungkin telah menyebar lebih luas daripada yang diketahui selama ini, meskipun lokasi penemuan di Suriah tetap menjadi kejutan.

Namun, meskipun ada kemiripan antara tanda-tanda yang ditemukan di silinder Umm el-Marra dengan aksara proto-Sinaitik, banyak peneliti seperti Steele yang berpendapat bahwa belum ada cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa itu adalah abjad.

“Kami memerlukan lebih banyak penemuan untuk memahami lebih dalam sistem penulisan ini dan bagaimana sistem ini berkembang,” kata Steele.

Meskipun begitu, penemuan ini menjadi batu loncatan dalam menggali lebih dalam asal-usul penulisan dan evolusinya, yang terus membuka ruang untuk pemahaman baru tentang bagaimana manusia mengembangkan cara untuk berkomunikasi melalui tulisan ribuan tahun yang lalu.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #Tertua #arkeolog #penemuan #alfabet #aksara