Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Penemuan Mengejutkan: Polong Vanila Tertua di Eropa Ditemukan di Kastil Praha

Richard Lawongan • Senin, 7 April 2025 | 00:37 WIB

Buah vanili kering
Buah vanili kering

RADARPAPUA - Sebuah polong vanila kering dari abad ke-16 ditemukan di dalam gudang limbah Kastil Praha.
Penemuan ini mengejutkan dunia arkeologi, karena menjadi bukti tertua penggunaan vanila di Eropa.
Polong tersebut berasal dari periode antara tahun 1513 hingga 1666.
Tempat penemuannya berada di Aula Vladislav, pusat kegiatan kekaisaran kala itu.
Fakta ini membuka babak baru dalam sejarah perdagangan rempah dan produk eksotik dunia lama.

Vanila dikenal sebagai rempah asli Mesoamerika, digunakan oleh bangsa Maya dan Mexica.
Mereka mencampurnya dalam minuman kakao dan ritual keagamaan.
Sebelumnya, belum ada bukti arkeologis bahwa vanila telah tiba di Eropa seawal ini.
Namun penemuan di Praha menunjukkan bahwa produk ini hadir lebih cepat dari yang diduga.
Hal ini mengubah pemahaman kita tentang jalur perdagangan setelah penaklukan Amerika.

Keaslian polong diuji melalui analisis kimia menggunakan kromatografi dan spektrometri massa.
Hasilnya mengonfirmasi adanya vanilin dan asam vanilat—senyawa khas aroma vanila.
Perbandingan dengan polong vanila modern juga dilakukan di bawah mikroskop digital.
Morfologi keduanya nyaris identik, membuktikan bahwa sampel tersebut benar-benar vanila.
Ini menyingkirkan kemungkinan bahwa polong itu hanya tercemar sisa rempah.

Lalu, bagaimana vanila bisa sampai ke Praha pada abad ke-16?
Perdagangan rempah saat itu didominasi Spanyol dan Portugal.
Diduga vanila ini sampai lewat jalur perdagangan tidak langsung melalui Italia atau Jerman.
Raja Rudolf II yang memerintah kala itu dikenal mengoleksi benda eksotik dari seluruh dunia.
Vanila mungkin diperoleh sebagai bagian dari koleksi langka atau untuk keperluan eksperimen.

Selain untuk konsumsi, vanila juga mungkin digunakan dalam percobaan alkimia.
Praha saat itu adalah pusat ilmu pengetahuan dan okultisme Eropa.
Vanila dianggap bahan mewah dan berharga, cocok untuk ramuan atau parfum kerajaan.
Keberadaannya di Kastil Praha memperlihatkan bagaimana produk kolonial tersebar luas.
Bahkan kota jauh dari pelabuhan utama bisa menjadi simpul perdagangan barang-barang eksotis.

Temuan ini memperkuat bahwa rempah seperti vanila, cengkeh, dan kayu manis masuk ke Eropa lebih awal.
Tak hanya kekuatan kolonial, pusat kekaisaran seperti Praha juga menjadi bagian jaringan perdagangan global.
Ini menunjukkan kompleksitas hubungan ekonomi dan budaya antar benua di masa lalu.
Satu polong kecil dapat mengubah sejarah besar tentang pertukaran dunia lama dan baru.
Dengan demikian, sejarah vanila di Eropa kini dimulai bukan di laut, tapi di jantung benua.(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#penemuan berharga #praha #vanila #Arkeologi Eropa #Pedagang