Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Makam Kuno di Siberia Ditemukan, Berisi Puluhan Kuda dan Manusia yang Dikurbankan 2.800 Tahun Lalu

Richard Lawongan • Rabu, 9 April 2025 | 23:14 WIB

Kerangka kuda dari Zaman Besi Awal yang ditemukan di sebuah kurgan di Tuva, Siberia.
Kerangka kuda dari Zaman Besi Awal yang ditemukan di sebuah kurgan di Tuva, Siberia.

RADARPAPUA -
Para arkeolog menemukan makam kuno berusia 2.800 tahun di Siberia. Makam ini milik seorang tokoh penting pada zamannya. Di dalamnya, mereka menemukan sisa-sisa manusia yang dikurbankan serta puluhan kuda yang juga dikorbankan.

Makam ini berbentuk gundukan besar yang disebut kurgan dan ditemukan di daerah Tuva, Siberia Selatan. Para peneliti percaya bahwa makam ini berkaitan dengan budaya Skithia, sebuah kelompok suku nomaden yang hidup ribuan tahun lalu.

Saat menggali makam, para arkeolog menemukan perlengkapan berkuda dan benda-benda dengan hiasan hewan, mirip dengan kebudayaan Skithia. Beberapa kerangka kuda bahkan masih memiliki besi kekang di mulutnya. Selain itu, ditemukan juga sisa-sisa seorang wanita di dalam makam tersebut.

Menurut Gino Caspari, seorang arkeolog dari Max Planck Institute, awalnya mereka menemukan 18 kuda, tetapi setelah penelitian lebih lanjut, jumlahnya ternyata lebih banyak lagi.

Pengorbanan untuk Kehidupan Setelah Mati
Orang Skithia percaya bahwa setelah meninggal, seseorang akan melanjutkan hidup di dunia lain. Oleh karena itu, mereka mengorbankan manusia dan kuda untuk menemani tokoh penting yang dimakamkan. Sejarawan Yunani kuno, Herodotus, pernah menulis bahwa orang Skithia akan membunuh puluhan kuda dan pelayan untuk menemani raja mereka di alam baka.

Dari penelitian terhadap tulang-tulang kuda, ternyata kuda yang dikorbankan bukanlah yang terbaik. Sebagian besar berusia antara 9 hingga 15 tahun, bahkan ada yang lebih dari 20 tahun.

Meskipun kayu dan tulang-tulang di sekitar makam sudah lama membusuk, para ilmuwan masih terus meneliti makam ini. Mereka berharap bisa menemukan lebih banyak petunjuk tentang kebudayaan Skithia di masa lalu. (*)

Editor : Richard Lawongan
#makam kuno #siberia #dikuburkan #Puluhan Kuda dan Manusia