Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pisau Batu Neolitikum Berusia 5.800 Tahun dengan Pegangan Kayu Ditemukan di Situs Budaya Pfyn

Via Ponamon • Kamis, 10 April 2025 | 14:49 WIB

Alat batu budaya Pfyn dengan gagang kayu dari sekitar 3800 SM. (Kredit gambar: Matthias Hoffmann / Archäologisches Landesmuseum Baden-Württemberg)
Alat batu budaya Pfyn dengan gagang kayu dari sekitar 3800 SM. (Kredit gambar: Matthias Hoffmann / Archäologisches Landesmuseum Baden-Württemberg)

 

RADARPAPUA - Sebuah penemuan arkeologi terbaru mengungkap kecanggihan teknologi masyarakat Neolitikum di Eropa Tengah.

Para arkeolog menemukan pisau batu berusia sekitar 5.800 tahun yang dilengkapi dengan pegangan kayu, memberikan wawasan baru tentang keterampilan pertukangan dan inovasi alat pada masa itu.

Pisau ini ditemukan di situs Wangen-Hinterhorn di Öhningen, dekat perbatasan Jerman dan Swiss, yang terkait dengan budaya Pfyn yang berkembang antara 4300 hingga 3500 SM.

Budaya ini dikenal dengan pemukiman rumah panggung di sekitar danau dan lahan basah, memungkinkan pelestarian artefak organik seperti kayu.

Pisau tersebut memiliki panjang sekitar 7,3 cm dengan mata pisau tajam dari batu api yang dipasang pada pegangan kayu menggunakan tar birch.

Lubang pada pegangan kayu kemungkinan digunakan untuk menggantung alat ini. Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Pfyn memiliki pemahaman mendalam tentang bahan dan teknik pembuatan alat yang efisien dan tahan lama.

Baca Juga: Makam Kuno di Siberia Ditemukan, Berisi Puluhan Kuda dan Manusia yang Dikurbankan 2.800 Tahun Lalu

Situs Wangen-Hinterhorn pertama kali ditemukan pada tahun 1856, namun penggalian ekstensif baru dilakukan pada tahun 1970-an dan 1980-an.

Penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Pfyn tidak hanya membangun rumah panggung dari kayu lokal, tetapi juga memelihara hewan domestik dan menanam tanaman.

Selain itu, mereka mulai bereksperimen dengan tekstil dan memproduksi objek dari tembaga, menunjukkan tingkat inovasi yang tinggi dalam berbagai aspek kehidupan.

Penemuan pisau ini memberikan bukti konkret tentang bagaimana masyarakat Neolitikum menggabungkan berbagai bahan untuk menciptakan alat multifungsi, mencerminkan adaptasi dan inovasi mereka dalam menghadapi tantangan lingkungan.(RP)

 

Sumber : livescience.com​

Editor : Via Ponamon
#neolitikum #Wangen Hinterhorn #Budaya Pfyn #pegangan kayu #pisau batu