RADARPAPUA - Para peneliti baru saja membuktikan bahwa baju zirah (baju pelindung perang) dari zaman perunggu, sekitar 3.500 tahun yang lalu, benar-benar kuat dan bisa melindungi prajurit saat berperang.
Mereka menggunakan baju zirah kuno yang ditemukan tahun 1960 di Desa Dendra, Yunani. Lalu, mereka membuat tiruannya dan memakaikannya ke 13 tentara dari angkatan laut Yunani untuk diuji dalam simulasi perang selama 11 jam.
Baju itu terdiri dari lempengan perunggu dan helm yang dihiasi taring babi hutan. Selama ini, para ahli belum yakin apakah baju ini hanya untuk upacara atau benar-benar dipakai dalam perang.
Untuk membuktikannya, para peneliti membuat simulasi pertempuran berdasarkan cerita perang di buku puisi kuno berjudul Iliad, yang menceritakan hari-hari terakhir Perang Troya.
Tentara yang ikut simulasi memakai baju zirah tiruan lengkap dengan senjata seperti tombak dan batu. Mereka juga makan makanan yang mirip dengan prajurit Mycenaean zaman dulu, seperti roti, daging sapi, keju kambing, zaitun hijau, bawang, dan anggur merah.
Baju zirah tiruan itu dibuat dari logam campuran seperti tembaga dan seng agar mirip dengan aslinya. Beratnya sekitar 23 kilogram. Walau berat, baju ini ternyata tidak membuat tentara cepat lelah atau susah bergerak.
Hasilnya, baju zirah ini terbukti benar-benar cocok digunakan dalam pertempuran, bukan hanya untuk pajangan. Bahkan, dengan perlengkapan seperti ini, para prajurit Mycenaean kemungkinan adalah pasukan yang sangat kuat dan menakutkan pada zamannya. (*)
Editor : Richard Lawongan