Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kota Kuno yang Hilang di Makedonia Utara Diduga Lebih Tua dari Zaman Alexander Agung

Prisilia Rumengan • Sabtu, 12 April 2025 | 16:19 WIB

Penggalian situs kuno di Crnobuki. (Cal Poly Humboldt’s Cultural Resources Facility)
Penggalian situs kuno di Crnobuki. (Cal Poly Humboldt’s Cultural Resources Facility)

RADARPAPUA- Penemuan arkeologi mengejutkan terjadi di Crnobuki, sebuah desa di Makedonia Utara. Para arkeolog dari National Institute and Museum-Bitola bekerja sama dengan California State Polytechnic University, Humboldt (Cal Poly Humboldt), berhasil mengungkap bahwa situs Gradishte yang selama ini diyakini sebagai pos militer Makedonia abad ke-3 SM, ternyata menyimpan sejarah yang jauh lebih tua dan kompleks.

Dengan bantuan teknologi canggih seperti LiDAR dan radar penembus tanah, tim menemukan bukti bahwa situs ini telah menjadi pusat kota aktif sejak Zaman Perunggu, sekitar tahun 3300-1200 SM.

Temuan seperti kapak batu, fragmen tembikar, alat permainan, serta alat tekstil, menunjukkan bahwa masyarakat di sana hidup dalam struktur sosial dan budaya yang maju.

Puncak penggalian terjadi pada tahun 2023 saat tim menemukan koin yang berasal dari masa hidup Alexander Agung, yaitu sekitar 325-323 SM.

Penemuan ini memundurkan usia aktivitas utama situs sekitar satu abad lebih awal dari perkiraan sebelumnya, yang hanya mencakup masa pemerintahan Philip V.

Analisis karbon dari arang dan tulang mengonfirmasi bahwa kawasan ini aktif dari sekitar 360 SM hingga abad ke-7 Masehi.

Nick Angeloff, arkeolog dan profesor antropologi dari Cal Poly Humboldt, menyebut penemuan ini sebagai sesuatu yang terjadi "sekali seumur hidup".

Menurutnya, lokasi ini sangat strategis karena terletak di jalur perdagangan menuju Konstantinopel.

Bahkan, Angeloff meyakini bahwa tokoh-tokoh penting seperti Octavianus dan Agripa mungkin pernah melewati kota ini dalam perjalanan mereka ke Pertempuran Actium melawan Cleopatra dan Mark Antony.

Penelitian juga mengarah pada dugaan kuat bahwa situs Gradishte adalah bekas kota Lyncus ibu kota Kerajaan Lyncestis yang pernah menolak penaklukan oleh Macedonia hingga ditaklukkan oleh Philip II, ayah Alexander Agung.

Kota ini dikenal sebagai tempat kelahiran Ratu Eurydice I, nenek Alexander Agung yang berperan besar dalam pembentukan awal negara Macedonia.

Engin Nasuh, penasihat kurator arkeologi dari Museum Bitola, mengatakan bahwa penelitian baru ini hanyalah awal.

“Kami baru menggores permukaan sejarahnya. Setiap temuan adalah keping mozaik yang suatu hari akan melengkapi gambaran besar tentang masa lalu yang luar biasa ini,” jelasnya.

Situs Gradishte sendiri telah disebut dalam literatur sejak tahun 1966, namun baru dieksplorasi secara serius dengan peralatan modern berkat dana dari Cal Poly Humboldt.

Hasil pemetaan memperlihatkan adanya akropolis seluas tujuh hektar, serta struktur seperti teater dan bengkel tekstil khas Makedonia.

Dengan penggalian yang masih berlangsung, para peneliti berharap bisa mengungkap lebih jauh bagaimana peran kota ini dalam jaringan politik, perdagangan, dan budaya yang membentuk Eropa awal serta negara Makedonia kuno.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #kota kuno #makedonia utara #Alexander Agung #makedonia #arkeolog #penemuan