Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Ilmuwan Temukan Dataran Tinggi Persia sebagai Pusat Awal Migrasi Homo Sapiens dari Afrika

Prisilia Rumengan • Sabtu, 12 April 2025 | 16:38 WIB

Evolusi manusia purba (www.britannica.com)
Evolusi manusia purba (www.britannica.com)

RADARPAPUA – Para ilmuwan baru saja membuat terobosan penting dalam memahami masa lalu manusia. Dalam sebuah studi terbaru yang diterbitkan di Nature Communications tahun 2024, terungkap bahwa Dataran Tinggi Persia merupakan salah satu “tanah air pertama” bagi Homo sapiens setelah mereka meninggalkan Afrika sekitar 60.000 hingga 70.000 tahun lalu.

Studi ini menggabungkan bukti dari berbagai bidang seperti genetika, arkeologi, dan paleoekologi. Hasilnya menunjukkan bahwa wilayah yang kini mencakup Iran, Afghanistan, dan sebagian Pakistan ini menjadi tempat tinggal Homo sapiens selama sekitar 20.000 tahun.

Dataran luas yang dikelilingi Laut Kaspia, Teluk Persia, dan Mediterania ini ternyata memberikan lingkungan yang ideal bagi manusia awal untuk menetap dan berkembang biak, sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke berbagai wilayah di Eurasia dan dunia.

Menurut Leonardo Vallini dari University of Padova, penulis utama studi tersebut, penemuan ini sangat penting karena mengisi celah besar dalam sejarah manusia antara masa keluarnya Homo sapiens dari Afrika dan saat mereka menyebar ke seluruh dunia.

“Penemuan ini menjelaskan bagian sejarah yang belum banyak diketahui, termasuk interaksi dengan populasi Neanderthal, dan memberikan petunjuk penting tentang asal-usul populasi Eurasia,” ujarnya.

Model paleoekologi yang digunakan dalam studi ini juga menunjukkan bahwa Dataran Tinggi Persia memiliki kondisi lingkungan yang lebih ramah dibandingkan wilayah lain yang mungkin juga menjadi jalur migrasi.

Ini menjadikan dataran tinggi tersebut sebagai pusat strategis dan kemungkinan besar sebagai landasan awal penyebaran Homo sapiens ke Eropa, Asia Timur, hingga Oseania.

Bukti genetik memperkuat dugaan tersebut. Jejak DNA manusia modern di berbagai belahan dunia menunjukkan keterkaitan erat dengan populasi manusia purba yang mendiami kawasan ini.

Artinya, jika Anda memiliki garis keturunan dari Asia, Eropa, Amerika, atau Oseania, ada kemungkinan besar bahwa nenek moyang Anda sempat menetap di Dataran Tinggi Persia.

Tak hanya itu, wilayah sekitar juga menjadi lokasi penting dalam sejarah genetik manusia. Penelitian sebelumnya pada 2024 mengidentifikasi bahwa di Pegunungan Zagros yang berada di sebelah barat Dataran Tinggi Persia terjadi perkawinan silang antara Homo sapiens dan Neanderthal sekitar 47.000 tahun yang lalu.

Profesor Michael Petraglia, salah satu penulis studi, menyebut penelitian ini sebagai langkah maju dalam mengungkap sejarah manusia. “Studi multidisiplin kami menyatukan berbagai bukti untuk menghadirkan gambaran lebih utuh tentang masa transisi penting dari migrasi keluar Afrika hingga munculnya populasi Eurasia,” jelasnya.

Penemuan ini membuka peluang bagi penelitian lanjutan. Para ahli meyakini masih banyak fosil dan artefak tersembunyi di wilayah ini yang bisa membantu melengkapi potongan sejarah manusia purba.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#homo sapiens #dataran tinggi #migrasi #afrika #persia #Evolusi