Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Gunting Kidal dan Pedang Lipat Berusia 2.300 Tahun Ditemukan di Makam Kuno Bangsa Celtic di Jerman

Richard Lawongan • Minggu, 13 April 2025 | 23:37 WIB

Sepasang gunting, pisau cukur, dan pedang terlipat adalah beberapa barang kuburan yang ditemukan di sebuah makam kremasi Celtic di Jerman.
Sepasang gunting, pisau cukur, dan pedang terlipat adalah beberapa barang kuburan yang ditemukan di sebuah makam kremasi Celtic di Jerman.

RADARPAPUA -
Para arkeolog (ahli yang mempelajari benda-benda kuno) di Jerman menemukan barang-barang kuno di sebuah makam tua milik bangsa Celtic yang hidup 2.300 tahun lalu. Mereka menemukan berbagai benda, seperti sepotong tameng, pisau cukur, ikat pinggang, ujung tombak, dan yang paling menarik — sebuah pedang yang dilipat dan sepasang gunting yang masih sangat bagus.

Makam ini adalah makam pembakaran, artinya orang yang meninggal dibakar, lalu abunya dikubur bersama barang-barang miliknya. Diperkirakan, yang dikubur adalah seorang pria dan wanita.

Barang-barang ini sebenarnya ditemukan secara tidak sengaja saat tim sedang mencari sisa-sisa bahan peledak dari Perang Dunia II.

Yang paling menarik perhatian para peneliti adalah guntingnya. Gunting ini untuk tangan kiri dan masih dalam kondisi sangat bagus, seperti baru. Gunting itu mungkin digunakan untuk memotong kain, kulit, atau bulu domba — mirip dengan gunting zaman sekarang.

Pedangnya juga menarik. Pedang itu dilipat agar tidak bisa dipakai lagi sebelum dikubur. Ini biasa dilakukan oleh orang Celtic zaman dulu. Pedang seperti ini mungkin pernah digunakan dalam pertempuran. Panjang aslinya sekitar 76 cm sebelum dilipat.

Kenapa pedangnya dilipat? Ada beberapa kemungkinan. Bisa jadi supaya muat di makam, atau untuk alasan kepercayaan. Misalnya, agar tidak dicuri, atau agar orang yang meninggal tidak bangkit kembali dan menggunakan senjatanya.

Para peneliti juga menyimpulkan bahwa orang yang dimakamkan ini kemungkinan berasal dari kalangan penting. Pria itu mungkin seorang prajurit, sedangkan wanita itu memakai ikat pinggang dan peniti (fibula) untuk mengikat pakaiannya.

Semua benda yang ditemukan kini disimpan oleh pemerintah setempat agar tetap aman dan terjaga. (*)

Editor : Richard Lawongan
#makam kuno #Gunting Kidal #Pedang Lipat #bangsa Celtic