Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Tambang Emas Raksasa Ditemukan di China, Isinya Diprediksi Capai 1.100 Ton dan Bernilai Fantastis

Richard Lawongan • Senin, 14 April 2025 | 23:34 WIB

Para peneliti mengebor sekitar 6.600 kaki di bawah tanah dan mengidentifikasi lebih dari 40 urat bijih emas.
Para peneliti mengebor sekitar 6.600 kaki di bawah tanah dan mengidentifikasi lebih dari 40 urat bijih emas.

RADARPAPUA -
Ilmuwan di China menemukan tambang emas yang sangat besar, disebut sebagai "super raksasa", di daerah Hunan, bagian timur laut China. Tambang ini mungkin adalah salah satu yang terbesar di dunia, dan diperkirakan bernilai lebih dari Rp1.300 triliun!

Tambang ini ditemukan di wilayah bernama Wangu. Di sana, para penambang menemukan lebih dari 40 jalur emas di dalam tanah. Jumlah emas yang sudah ditemukan sekitar 330 ton, dan para ahli memperkirakan masih ada hingga 1.100 ton emas yang tersembunyi jauh di dalam tanah. Berat ini kira-kira delapan kali lebih berat dari Patung Liberty di Amerika!

Nilai emas di tambang ini bisa mencapai 83 miliar dolar AS, atau sekitar 600 miliar yuan. Ini membuat harga emas dunia langsung naik hampir menyentuh rekor tertinggi.

Yang menarik, emas di tambang baru ini punya kualitas tinggi. Dalam beberapa batu yang digali, emasnya bahkan bisa terlihat dengan mata telanjang!

Para ahli juga menemukan tanda-tanda ada emas lain di sekitar lokasi utama, artinya mungkin ada tambang-tambang besar lain yang belum ditemukan di sekitarnya.

Saat ini, tambang emas terbesar yang diketahui ada di Afrika Selatan. Tapi jika prediksi ini benar, tambang di China bisa jadi yang terbesar di Bumi!

Fakta menarik: Seluruh emas yang pernah digali manusia sejak dulu sampai sekarang, kalau dilelehkan dan dibuat jadi kubus, hanya akan sebesar 22 meter saja — kira-kira sepanjang ikan paus biru!

China memang negara penghasil emas terbanyak di dunia, tapi mereka juga menggunakan lebih banyak emas daripada yang bisa mereka tambang. Jadi, mereka masih harus mengimpor emas dari negara lain seperti Australia dan Afrika Selatan.

Tambang emas baru ini bisa membantu, tapi tidak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan seluruh China dalam jangka panjang. Menurut perhitungan, seluruh emas dari tambang ini hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan emas di China selama 1,4 tahun. (*)

Editor : Richard Lawongan
#tambang emas #raksasa #China