Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Alat Gading Tertua di Dunia Ditemukan, Usia 400.000 Tahun!

Prisilia Rumengan • Selasa, 15 April 2025 | 14:00 WIB

Foto dan gambar fragmen gading mamut berbentuk "titik" (1, 1a), "inti" (2, 2a), dan fragmen gading yang tidak dimodifikasi (3,3a).
Foto dan gambar fragmen gading mamut berbentuk "titik" (1, 1a), "inti" (2, 2a), dan fragmen gading yang tidak dimodifikasi (3,3a).

RADARPAPUA - Di Lembah Sungai Bug Selatan, Ukraina, para arkeolog menemukan sesuatu yang mengejutkan: alat dari gading yang diperkirakan berusia sekitar 400.000 tahun. Temuan ini berasal dari situs Paleolitik Medzhibozh A, dan kini menjadi bukti tertua penggunaan gading sebagai bahan pembuat alat oleh manusia purba.

Penelitian oleh Dr. Vadim Stepanchuk dan Dr. Oleksandr O. Naumenko ini menunjukkan bahwa gading ternyata sudah dimodifikasi jauh lebih awal dari yang diperkirakan sebelumnya. Sebelumnya, alat dari gading tertua tercatat berasal dari 120.000 tahun lalu di situs Neanderthal.

Dari 24 fragmen gading yang ditemukan, sebelas menunjukkan tanda-tanda modifikasi sengaja. Dua di antaranya bahkan sangat jelas diproses untuk menjadi "point" dan "core", istilah dalam arkeologi untuk bagian penting dari pembuatan alat serpih seperti pisau kecil atau pahat.

Meski gading tidak sekuat batu—kekerasannya kalah jauh dibandingkan batu api—manusia purba di Medzhibozh A tetap memilih memprosesnya. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa mereka mungkin bereksperimen karena kekurangan batu berkualitas di sekitar lokasi.

Menariknya lagi, teknik yang digunakan pada gading ini mirip dengan teknik pemrosesan batu, termasuk teknik bipolar-on-anvil. Ini menunjukkan bahwa para hominin telah memiliki pengetahuan teknis yang cukup kompleks—dan bahkan mungkin sedang belajar atau menirukan orang dewasa, jika hipotesis alat sebagai mainan atau alat belajar anak benar.

Penemuan ini bukan hanya mengubah garis waktu penggunaan gading, tetapi juga memberikan wawasan baru tentang proses sosial dan budaya awal manusia. Mungkin, sejak ratusan ribu tahun lalu, sudah ada ruang untuk bermain dan belajar dalam kehidupan mereka.

Dengan analisis mendalam dan konfirmasi dari berbagai lapisan tanah, para peneliti menyimpulkan bahwa alat-alat ini memang berasal dari periode Paleolitik Bawah, bukan artefak yang berpindah dari lapisan lebih muda. Temuan ini memperluas pemahaman kita tentang kreativitas dan adaptasi manusia purba.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Gading #alat #Paleolitik #arkeologi #Sejarah Manusia #manusia purba