RADARPAPUA - Api diyakini sebagai teknologi penting bagi manusia Zaman Es, mulai dari memasak hingga bertahan hidup. Namun anehnya, hampir tidak ada bukti perapian dari masa paling dingin Zaman Es yang ditemukan di Eropa.
Tim ilmuwan dari Universitas Algarve dan Universitas Wina baru-baru ini berhasil menemukan tiga perapian kuno di Ukraina. Penemuan ini memberi petunjuk penting tentang cara manusia membangun dan menggunakan api saat suhu ekstrem melanda bumi ribuan tahun lalu.
Dengan teknik geoarkeologi modern seperti analisis mikrostratigrafi dan mikromorfologi, tim menemukan bahwa perapian itu dibangun secara sederhana namun efisien. Api yang dihasilkan bahkan mampu mencapai suhu lebih dari 600°C.
Bahan bakar utama yang digunakan adalah kayu jenis spruce, namun diduga juga menggunakan lemak dan tulang hewan. Beberapa tulang yang ditemukan terbakar pada suhu lebih dari 650°C, menunjukkan penguasaan teknik pembakaran tingkat lanjut.
Perapian yang ditemukan bersifat terbuka dan datar, tapi bervariasi bentuk dan ukurannya. Hal ini menunjukkan bahwa perapian digunakan secara musiman dan disesuaikan dengan fungsinya, baik untuk memasak, menghangatkan, atau kegiatan sosial.
Temuan ini juga menunjukkan bahwa manusia purba memiliki pengetahuan tinggi soal api, dan kemungkinan mengunjungi lokasi ini secara berkala saat melakukan migrasi tahunan untuk bertahan hidup.
Namun misteri masih tersisa—mengapa begitu sedikit bukti perapian yang ditemukan dari masa ini? Para ilmuwan menduga bahwa proses pembekuan dan pencairan tanah mungkin menghancurkan jejak-jejaknya, atau manusia saat itu beradaptasi dengan teknologi lain selain api.(aj)
Editor : Richard Lawongan