RADARPAPUA - Para ilmuwan di China menemukan potongan tulang rahang bawah yang sangat tua. Tulang ini diperkirakan berumur sekitar 300.000 tahun dan milik seorang remaja. Yang menarik, tulangnya punya bentuk campuran antara manusia zaman dulu dan manusia modern seperti kita.
Tulang ini ditemukan di Hualongdong, sebuah tempat di bagian tengah China. Di sana, para peneliti sudah menemukan sisa-sisa tubuh dari sedikitnya 16 orang yang hidup antara 275.000 hingga 331.000 tahun lalu. Waktu itu, manusia belum seperti sekarang, dan ada banyak jenis manusia yang berbeda-beda, termasuk Neanderthal dan Denisovan yang sekarang sudah punah.
Tahun 2019 dan 2021, para ilmuwan juga menemukan tengkorak hampir utuh dari remaja yang sama, disebut HLD 6. Wajahnya mirip manusia modern, tapi bentuk tengkoraknya masih mirip manusia zaman purba.
Pada Desember 2020, mereka menemukan potongan baru dari rahang bawah remaja itu. Mereka lalu meneliti dan membandingkannya dengan puluhan fosil manusia lain menggunakan teknologi komputer 3D. Hasilnya menunjukkan bahwa HLD 6 punya beberapa ciri seperti dagu, tapi tidak semua bagian dagunya lengkap.
Para ilmuwan menyebut bahwa rahang HLD 6 punya campuran ciri yang unik—ada yang mirip manusia purba, ada juga yang mirip manusia modern. Ini membuat para ilmuwan bingung, apakah remaja ini berasal dari jenis manusia yang sama seperti kita (Homo sapiens), Neanderthal, Denisovan, atau bahkan jenis manusia yang belum pernah diketahui sebelumnya.
Seorang ahli dari museum di London, Chris Stringer, mengatakan bahwa bentuk tengkorak dan rahangnya sangat menarik. Ia percaya bahwa HLD 6 mungkin berasal dari garis keturunan manusia yang berbeda, bukan Homo sapiens dan bukan Neanderthal.
Ilmuwan lain, Michael Rivera, mengatakan bahwa selama ini kita hanya menemukan sedikit fosil manusia purba. Jadi, penemuan ini bisa membantu kita lebih memahami bahwa evolusi manusia mungkin lebih rumit dan pelan dari yang kita kira.
Para ahli mengatakan, masih banyak tempat di Afrika dan Asia Tenggara yang belum ditemukan fosil manusia purba, walaupun alat-alat batu peninggalan mereka sudah ditemukan. Karena itu, penelitian tentang asal-usul manusia masih terus berlanjut. (*)
Editor : Richard Lawongan